Breaking News:

Kecelakaan Karambol Ring Road Monjali

AWAS : Fakta Berikut Ini Penyebab Kecelakaan Mobil Menabrak Bagian Belakang Mobil Lain Atau Bak Truk

AWAS : Fakta Berikut Ini Penyebab Kecelakaan Mobil Menabrak Bagian Belakang Mobil Lain Atau Bak Truk

Editor: Yudha Kristiawan
Tribunjogja.com/Ardhike Indah
Mobil yang terlibat kecelakaan beruntun di Ringroad Utara diangkut menggunakan towing, Jumat (26/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Ada baiknya lebih berhati hati dan waspada ketika berkendara di jalan dengan kondisi lurus beraspal, seperti di jalan tol atau jalan lingkar.

Apalagi saat mengemudi di jalan tol, kerap kecelakaan dialami oleh mereka yang kurang berhati hati atau bahkan kurang memahami bagaimana kondisi lalu lintas di jalan bebas hambatan tersebut.

Tak pelak bahaya kecelakaanpun setiap saat mengintai bila pengemudi tak memperhatikan kecepatan dan kondisi lalu lintas jalan.

Tentu saja, kecekalaan bisa kita hindari dengan menerapkan safety riding atau mengemudi dengan baik.

Dikutip dari Kompas.com, tidak sedikit terjadi kecelakaan mobil yang menabrak bagian belakang truk atau kehilangan kendali karena kaget ada mobil yang lebih lambat di depannya.

Baca juga: Laka Beruntun Libatkan 10 Mobil di Monjali, Diduga Karena Rem Blong

Baca juga: AMALKAN : Wudhu dan Baca Doa Ini Sebelum Tidur, Niscaya Tidur Berkah dan Raih Pahala

Baca juga: Berikut Foto-foto Kecelakaan Karambol di Ring Road Monjali Yogyakarta

Mobil yang terlibat kecelakaan beruntun diangkut menggunakan towing, Jumat (26/3/2021) malam.
Mobil yang terlibat kecelakaan beruntun diangkut menggunakan towing, Jumat (26/3/2021) malam. (Tribunjogja.com/Ardhike Indah)

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana menuturkan, selain kecepatan, ada empat faktor yang menyebabkan hilangnya persepsi jarak saat mengemudi di jalan tol.

Hilangnya persepsi jarak pengemudi di jalan tol itu ketika sedang mengemudi dalam kecepatan tinggi, ada kendaraan lain di depannya yang terlihat masih jauh, namun ternyata sudah di depan mata. Sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

“Faktor pertama mengantuk, bukaan mata pengemudi hanya sedikit sebagian hidupnya sudah di bawah alam sadar,” terang Sony.

Kemudian faktor yang kedua yaitu mengebut atau melakukan zig-zag di jalan tol. Sony mengatakan, gaya mengemudi yang reaktif sangat berpotensi kecelakaan karena kecepatannya yang tinggi.

 “Ketika melakukan zig-zag atau berpindah lajur, selalu tipis jaraknya dengan kendaraan lain, enggak ada ruang aman saat mengemudi,” kata Sony.

Ketiga, pengemudi selalu berpikir bisa dan tidak berpikir aman, sehingga tindakannya mengarah berbahaya.

Keempat karena masalah visibilitas yang terbatas, misalnya blind spot karena kontur jalan, sudut tikungan, kabut atau silau dari matahari.

“Terakhir yaitu pengemudi tidak fokus, ada hal lain yang dikerjakan sambil nyetir atau ada masalah yang dibawa saat mengemudi,” ucapnya.

=========

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab Utama Tabrakan dari Belakang"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved