Kabupaten Sleman

Masjid Agung Sleman Siap Jadi Lokasi Vaksinasi

Masjid Agung Sleman kapasitas serambi yang cukup luas, mampu menampung hingga 300 - 400 jemaah.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Sekretaris Takmir Masjid Agung Sleman, Iriansyah, ditemui Kamis (25/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masjid Agung Sleman siap untuk menjadi lokasi vaksinasi.

Hal itu menyusul Dewan Masjid Indonesia (DMI) memperbolehkan masjid - masjid di Indonesia bulan depan menjadi lokasi Vaksinasi agar memudahkan masyarakat. 

"Kalau dijadikan untuk lokasi vaksinasi, siap saja. Apalagi, Masjid Agung milik pemerintah. Otomatis, kita sebagai pengurus, bila diperlukan, untuk dijadikan lokasi vaksinasi, kami siap," kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Sleman, Iriansyah, saat ditemui Kamis (25/3/2021). 

Kepala Bagian Kesra Pemkab Sleman itu, tidak ada masalah jika Pemerintah ingin menggunakan Masjid Agung Sleman sebagai lokasi vaksinasi.

Terlebih, masjid kebanggaan warga Bumi Sembada itu memiliki kapasitas serambi yang cukup luas, mampu menampung hingga 300 - 400 jemaah.

Baca juga: Pemkab Sleman Buka Kemungkinan Pelaksanaan Vaksin di Masjid

Apabila menerapkan prokes yang mengharuskan jemaah saling menjaga jarak, maka sekali vaksin bisa menampung sekitar 150 orang. 

Prosesnya pun bisa dilakukan bertahap atau shifting.

Sebab, fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerangkan pemberian vaksin tidak membatalkan puasa.

Sehingga pemberian vaksin saat bulan Ramadan, bisa pagi, siang ataupun malam. 

Di samping itu, Masjid Agung Sleman juga memiliki petugas keamanan yang setiap waktu bisa diperbantukan.

"Pada prinsipnya, masjid bisa digunakan untuk lokasi vaksin. Sebagaimana bisa digunakan untuk kemaslahatan dan kemakmuran umat," kata dia. 

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, penggunaan masjid di Sleman sebagai lokasi vaksin bisa saja dilakukan.

Asalkan memang ada kesepakatan bersama, baginya tidak ada masalah. 

"Nanti kalau memang ada kesepakatan bersama, apa salahnya," kata dia, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Pemda DIY Buka Kemungkinan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Masjid

Menurut dia, bila jumlah dosis vaksin di Sleman banyak dan target penyuntikan bagi kalangan tokoh agama dan masyarakat umum tidak tercapai, maka bisa saja dikebut dengan cara pelaksanaan vaksin di masjid. 

"Kita lihat regulasinya," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan, untuk penggunaan Masjid Agung Sleman sebagai lokasi vaksin rencananya akan digunakan untuk penyuntikan vaksin bagi calon haji lansia.

Jumlahnya sekitar 490-an orang.

Penyuntikan akan dilaksanakan sekitar akhir Maret atau awal April. 

Sementara untuk masyarakat umum sejauh ini belum ada rencana di mana lokasi penyuntikan vaksin.

"Kalaupun nanti untuk masyarakat umum, (penyuntikan vaksin) di masjid ya nggak masalah. Akan kita tata lagi," kata Joko.  ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved