Breaking News:

Jawa

Validkan Data Warga Miskin, Pemkot Magelang Bakal Tempel Stiker di Rumah Warga Miskin

Stiker penanda warga miskin menjadi efek jera jika sewaktu-waktu ditemukan data yang tak sesuai antara penerima bantuan sosial dengan kondisi riil.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Magelang 

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang berencana untuk menempelkan stiker penanda warga miskin di rumah-rumah warga di wilayah setempat.

Upaya itu dilakukan guna memberitahu kepada masyarakat dan sebagai efek jera jika sewaktu-waktu ditemukan data yang tidak sesuai antara penerima bantuan sosial dengan kondisi riil di lapangan. 

"Tujuannya bukan untuk mempermalukan, tapi kalau ada stiker itu masyarakat semua jadi tahu bahwa itu orang miskin. Kemudian misalnya di data kami si A warga miskin tapi pas mau ditempel stiker keadaannya beda tapi tetap akan kami tempel dan yang menilai biar masyarakat," kata  Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsi, Rabu (24/3/2021).

Baca juga: Pemkot Magelang Libatkan RT/RW Untuk Pendataan Warga Miskin

Dia menjelaskan, upaya itu merupakan langkah dalam menyadarkan masyarakat agar memberikan data dan keterangan yang sesuai saat proses Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Penempelan stiker merupakan langkah baru dan diharapkan mampu meminimalisir kesalahan data warga miskin di wilayah setempat.

"Jadi kalau misalnya dia ternyata orang yang mampu tapi rumahnya dipasangi stiker biar masyarakat yang memberikan sanksi sosialnya," jelasnya.

Program itu rencananya akan digulirkan pada 2021 ini.

Pihaknya bakal menganggarkannya dalam APBD perubahan dan diharapkan bisa terealisasi di tahun ini.

Baca juga: Terminal dan Fasilitas Umum di Kota Magelang Kembali Disemprot Cairan Disinfektan

"Karena setiap tahun di kelurahan itu pasti selalu bertambah data dan jumlah orang miskinnya. Makanya program penempelan stiker ini akan kami wujudkan di 2021 semoga disetujui Bappeda," katanya.

Saat ini jumlah warga miskin di wilayah Kota Magelang berjumlah sekitar 9.270 jiwa, sementara jumlah warga miskin yang sudah memperoleh bantuan yakni berada di angka 19 ribu lebih.

Pihaknya mengakui bahwa data itu tidak sepenuhnya valid, namun jika beberapa warga miskin lainnya dikeluarkan dari data itu disinyalir bakal menimbulkan gejolak.

"Terus terang pasti akan timbul gejolak kalau dikeluarkan, itu pasti banyak jumlahnya. Tapi memang harus dilakukan upaya-upaya agar kami memperoleh data yang valid," katanya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved