Breaking News:

Yogyakarta

Wakil Ketua DPRD DIY Minta Dosen dan Civitas Akademika Diprioritaskan Terima Vaksin Covid-19  

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana dorong Pemda DIY untuk memprioritaskan dosen dan civitas akademika sebagai sasaran penerima vaksin.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Salah satu ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta tengah mendapat injeksi vaksin Covid-19, di komplek Balai Kota setempat, Senin (22/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyambut baik kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY yang mengizinkan kuliah tatap muka secara terbatas di perguruan tinggi.

Kendati demikian, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 di DIY. 

Sehingga pihak perguruan tinggi harus mempersiapkan skema perkuliahan tatap muka secara matang. Meliputi protokol kesehatan hingga sarana prasarananya. 

"Ini semua untuk menjaga penularan Covid-19 akibat kebijakan ini. Saya sangat yakin kampus mampu melakukan itu semua karena mereka adalah para akademisi yang berpendidikan. Meskipun demikian kami akan tetap memantau pelaksanaan protokol kesehatan di kampus-kampus," jelas Huda, Selasa (23/3/2021).

Huda pun mendorong Pemda DIY untuk memprioritaskan dosen dan civitas akademika sebagai sasaran penerima vaksin.

Mereka harus diutamakan karena akan berhadapan dengan mahasiswa dari berbagai daerah. 

"Tidak sedikit pula dosen yang lanjut usia sehingga beresiko tinggi. Pemda sebaiknya segera berkoordinasi untuk vaksinasi kampus ini, agar bisa segera terlaksana dan masuknya mahasiswa tidak menimbulkan kluster penularan baru," jelasnya. 

Baca juga: Vaksinasi Guru di Bantul Sudah Dimulai, Sebanyak 3.045 Sudah Divaksin

Baca juga: Pakar Kebijakan Pendidikan Pertanyakan Kesiapan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli

Huda melanjutkan, selain meningkatkan kualitas pendidikan, kebijakan tersebut dianggap bakal menggerakkan perekonomian di DI Yogyakarta. 

Huda memaparkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY lebih dari 60 persennya bertumpu pada sektor pendidikan dan pariwisata.

Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi dua sektor tersebut sehingga tak mengherankan bila perekonomian DIY merosot tajam.

"Kampus kuliah online dan wisata menurun drastis. Kawasan sekitar kampus sangat terdampak, kost-kost mahasiswa banyak kosong bahkan banyak dijual. Warung makan dan sektor ekonomi pendukung kampus lain sangat terdampak," terangnya. (Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved