Breaking News:

Yogyakarta

Huda Ingatkan Rencana Tatap Muka Perkuliahan Perlu Prioritas Vaksin bagi Dosen dan Civitas Akademika

Huda Ingatkan Rencana Tatap Muka Perkuliahan Perlu Prioritas Vaksin bagi Dosen dan Civitas Akademika

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah mengizinkan perguruan tinggi untuk menggelar perkuliahan tatap muka selama perpanjangan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro pada 22 Maret hingga 5 April 2021 mendatang.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana beranggapan rencana kampus diizinkan untuk memulai tatap muka di DIY sangat bagus.

"Saya mendukung penuh kebijakan tersebut karena selain meningkatkan kualitas pendidikan juga akan mendukung perekonomian di DIY," ujarnya, Selasa (23/3/2021).

Menurutnya, produk domestik regional bruto (PDRB) DIY lebih dari 60 persen bertumpu pada sektor kampus dan pariwisata.

Pandemi ini, kata Huda, betul-betul berdampak besar bagi perekonomian karena dua sektor utama tersebut menurun tajam.

"Kampus kuliah online dan wisata menurun drastis. Kawasan sekitar kampus sangat terdampak, indekos mahasiswa banyak kosong bahkan banyak dijual, warung makan, dan sektor ekonomi pendukung kampus lain sangat terdampak. Wajar jika pertumbuhan ekonomi tahun lalu bahkan sampai saat ini masih negatif," bebernya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus Positif Covid-19 di DI Yogyakarta Tambah 205 Pasien, 3 Dilaporkan Meninggal

Baca juga: Vaksinasi Guru di Bantul Sudah Dimulai, Sebanyak 3.045 Sudah Divaksin

Ia melanjutkan, dibukanya kembali kuliah tatap muka merupakan cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi DIY.

Pada sisi lain, kita juga tidak ingin pembukaan kuliah tatap muka ini meningkatkan kasus Covid-19 kembali di DIY.

Ia menuturkan, pihak kampus harus betul-betul mempersiapkan metode tatap muka, protokol kesehatan, sarana prasarana, serta berkoordinasi dengan warga sekitar kampus maupun stakeholder.

"Ini semua untuk menjaga penularan Covid-19 akibat kebijakan ini. Saya sangat yakin kampus mampu melakukan itu semua karena mereka adalah para akademisi yang berpendidikan. Meskipun demikian kami akan tetap memantau pelaksanaan protokol kesehatan di kampus-kampus," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Huda, Pemda perlu mendukung dengan memprioritaskan vaksinasi untuk civitas akademika yang terlibat.

"Kondisi ini para dosen, karyawan, dan civitas akademika perlu didahulukan program vaksinasinya karena mereka akan berhadapan dengan mahasiswa dari berbagai daerah," ujarnya.

"Tidak sedikit pula dosen yang lanjut usia sehingga berisiko tinggi. Pemda sebaiknya segera berkoordinasi untuk vaksinasi kampus ini, agar bisa segera terlaksana dan masuknya mahasiswa tidak menimbulkan klaster penularan baru," tandasnya. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved