Breaking News:

SD dan SMP Kota Yogyakarta Direncanakan Mulai Sekolah Tatap Muka Pada 12 Juli 2021

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana menggelar kembali sekolah tatap muka mulai tahun ajaran baru 2021-2022

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana menggelar kembali sekolah tatap muka mulai tahun ajaran baru 2021-2022.

Hal ini seiring dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberikan lampu hijau dilaksanakannya sekolah tatap muka mulai Juli 2021.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta, Rochmat mengatakan, pihaknya berencana memulai kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bersamaan dengan hari pertama tahun ajaran baru, yakni 12 Juli 2021.

Baca juga: Pemkab Klaten Targetkan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Sebesar Rp 26 Miliar

“Rencana mulai Juli tahun ajaran baru, 12 Juli. Selesai penerimaan rapor pada 18 Juni 2021, setelah itu penerimaan peserta didik baru (PPDB) sampai awal Juli,” ungkap Rochmat kepada Tribunjogja.com, Senin (22/3/2021).

Menurut Rochmat, KBM tatap muka tersebut akan mulai diberlakukan untuk seluruh kelas jenjang SD dan SMP. Hingga kini, pihaknya telah melakukan monitoring sebanyak dua kali kepada SD dan SMP di Kota Pelajar.

“SD dan SMP sudah di-monitoring untuk melihat prokesnya (protokol kesehatan). Sudah dua kali,” tuturnya.

Rochmat mengklaim, sudah 90 persen SD dan SMP di Kota Yogyakarta yang siap melaksanakan KBM tatap muka kembali.

“Mayoritas sudah siap, sudah 90 persen,” bebernya.

Terkait model pembelajaran tatap muka nantinya, Rochmat menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu izin resmi dan rambu-rambu dari Pemkot Yogyakarta.

“Awal-awal dulu kami pernah mengajukan model (belajar tatap muka) maksimal 2 jam. Selesai vaksin (para guru) kami akan susun rumusannya. Karena ini belum ada izin dari Pemkot, kami menunggu rambu-rambunya. Mungkin nanti siswa masuk 2-3 kali saja dalam seminggu,” terang Rochmat.

Baca juga: PSS Sleman Tak Pasang Target Juara di Piala Menpora 2021, Madura United Sangat Berambisi

Izin Orang Tua Syarat Mutlak

Rohmat menambahkan, perizinan dari orang tua siswa merupakan persyaratan mutlak sekolah tatap muka.

“Kondisi apa pun sekolah menyampaikan ke orang tua. Pemerintah memberi izin, tetapi jika orang tua tidak juga tidak bisa. Orang tua harus memberi izin. Ada form yang perlu diisi dan dikumpulkan ke sekolah,” bebernya.

Ia pun berharap PPKM di DIY kelak tak lagi diperpanjang agar sekolah tatap muka dapat segera dilaksanakan. “Mudah-mudahan perpanjangan PPKM sudah enggak dilanjutkan. Kalau masih PPKM otomatis kami tidak bisa membuka,” tandasnya. (uti) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved