Pemkab Bantul Segera Bangun Taman Budaya Berkelas Internasional Senilai Rp 150 Miliar

"Appraisal sudah, tanahnya sudah. Ada 19 pemiliknya yang sudah menandatangani persetujuan untuk menjual. Kurang lebih luasnya lima hektare

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul bakal segera memiliki taman budaya sendiri.

Taman Budaya tersebut akan dibangun di Padukuhan Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan. 

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan taman budaya akan di bangun di atas lahan seluas lima hektare.

Baca juga: Pemakaman di Klaten Dicat Warna-warni Untuk Hilangkan Kesan Seram Jelang Tradisi Sadranan

Tanah tersebut merupakan tanah milik warga Padukuhan Kamijoro, yang dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Bantul.

"Appraisal sudah, tanahnya sudah. Ada 19 pemiliknya yang sudah menandatangani persetujuan untuk menjual. Kurang lebih luasnya lima hektare, dengan total Rp 25 miliar dari Danais," katanya saat ditemui wartawan, Senin (22/03/2021).

Setelah menyelesaikan urusan tanah, selanjutnya pihaknya akan membuat Detail Engineering Design (DED).

Ia menargetkan pembuatan DED rampung tahun ini. Sehingga tahun 2022 dapat segera membangun konstruksi.

Anggaran pembuatan taman budaya tersebut cukup besar, yaitu sekitar Rp 150 miliar.

Bukan tanpa alasan, taman budaya tersebut akan dibuat berkelas internasional. 

Baca juga: Kapolri Listyo Sigit Siap Kerja sama dengan Pemuda Masjid untuk Membangun Bangsa

"Tahun ini harus selesai DED, kemudian 2022 membangun konstruksi dengan estimasi Rp 130 miliar. Jadi total pengadaan lahan, DED, sampai konstruksi sekitar Rp 150 miliar. Dan kita harapkan levelnya internasional," ujarnya. 

"Taman budaya akan kita gunakan untuk pertukaran pertunjukan kebudayaan, misalnya  dari Eropa, Amerika. Sehingga gedung juga harus representatif dan berkelas internasional. Dicerminkan dengan bangunan yang lebih luas dan kelengkapan sarana dan prasarana," lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis menambahkan dalam proses pembangunan, Pemkab Bantul akan melibatkan seniman dan budayawan.

Sebab seniman dan budayawan menjadi subyek pemanfaatan paling banyak. 

"Nantinya juga bukan hanya untuk kesenian, tetapi juga untuk ekonomi," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved