Breaking News:

Dua Kelurahan Berubah Jadi Zona Kuning, Pemkot Yogyakarta Sebut PPKM Mikro Berjalan Efektif

Setelah sekian lama berstatus zona persebaran Covid-19 oranye, dua dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta kini berganti warna menjadi kuning.

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah sekian lama berstatus zona persebaran Covid-19 oranye, dua dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta kini berganti warna menjadi kuning.

Pemerintah setempat pun meyakini, hal itu merupakan dampak positif dari PPKM berbasis mikro.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, dua kelurahan yang bergeser ke zona kuning tersebut adalah Kotabaru dan Gunungketur.

Baca juga: Urai Masalah Air Bersih, Bupati Gunungkidul Janji Kucurkan Anggaran Rp 200 Miliar

Ia berujar, sebelumnya, kedua kelurahan itu juga berstatus oranye, seperti 43 lainnya.

"Jadi, di Kota Yogyakarta sekarang zona risikonya sudah ada yang kuning, dua kelurahan. Tapi, selama ini memang kita risikonya masuk kategori sedang, tidak sampai merah," cetusnya, Senin (22/3/2021).

"Kita hitungnya berdasar 14 indikator, bukan perhitungan seperti rumus PPKM. Berdasar epidemiologi, ilmiah, setiap minggu update," lanjutnya.

Enma mengakui, penerapan PPKM mikro cukup memberi dampak yang signifikan. Di samping itu, ia pun memastikan, pelacakan kasus, atau tracing, juga terus digulirkan, bahkan intensitasnya makin masif.

"Pelacakannya kalau ada yang positif, dicari kontak eratnya sampai 20-30 orang dengan rapid test antigen. Kalau hasil negatif, tetap harus isolasi mandiri lima hari. Terus, kalau positif, lanjut PCR," katanya.

Baca juga: Mahasiswa Pertanian UPN Veteran Yogyakarta Gelar Demonstrasi, Tolak Rencana Impor 1 Juta Ton Beras

Selaras dengan pergeseran zona risiko di dua kelurahan itu, Kadinkes juga menyebut kasus Covid-19 pun terus menurun. Ia beruajr, kini selter isolasi di Rusunawa Bener, Tegalrejo, hanya berisi 10 pasien saja.

Sementara warga Kota Yogyakarta yang masih menjalani perawatan Covid-19 di rumah sakit, tinggal menyisakan 49 orang. Kemudian, terdapat 266 orang yang melakoni isolasi mandiri di kediaman sendiri.

"Di rumah sakit, dari 245 bed yang tersedia, saat ini terisi 94, karena ada warga luar kota juga. Kalau yang ICU, kita sedia 35, tapi yang terpakai hanya 18. Angka kematiannya juga menurun," tandasnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved