Berita Kesehatan

10 Mitos Diabetes yang Perlu Anda Ketahui : Jangan Salah Kaprah

Berikut ini merupakan 10 mitos tentang diabates yang penting untuk diketahui oleh Anda, baik itu yang pradiabetes maupun diabetasi

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Diabetes menjadi salah satu topik yang banyak dibahas dalam dunia kesehatan. Pun demikian halnya dengan masyarakat umum.

Informasi tentang diabetes banyak dicari, mulai dari gejala diabates, pengobatan hingga pencegahan diabetes. Namun sayangnya, tak sedikit di antaranya yang salah kaprah alias keliru.

Nah, berikut ini merupakan 10 mitos tentang diabates yang penting untuk diketahui oleh Anda, baik itu yang pradiabetes maupun diabetasi. Serta wajib diketahui oleh Anda yang masih sehat.

1. Makan gula menyebabkan diabetes

Menurut American Diabetes Association (ADA), makan terlalu banyak gula saja tidak menyebabkan diabetes, tetapi mungkin menjadi faktor penyebab dalam beberapa kasus.

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh genetika dan kemungkinan respons autoimun terhadap pemicunya.

Diabetes tipe 2 disebabkan oleh faktor genetik dan berbagai faktor risiko, beberapa di antaranya berkaitan dengan gaya hidup. Semisal kelebihan berat badan, memiliki tekanan darah tinggi, usia di atas 45 tahun, dan tidak banyak bergerak merupakan beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan diabetes.

Minuman yang dimaniskan dengan gula, seperti soda dan fruit punch, tinggi kalori kosong, dan studi terbaru telah mengaitkan ini dengan risiko diabetes yang lebih tinggi.

Untuk membantu mencegah diabetes, ADA merekomendasikan untuk menghindarinya. Namun, makanan atau minuman manis sendiri bukanlah penyebab diabetes tunggal.

Baca juga: Kandungan Nutrisi dan Khasiat Daun Kelor : Dari Obati Diabetes, Lawan Peradangan Hingga Nyeri Sendi

2. Karbohidrat (karbohidrat) adalah musuh

Karbohidrat bukanlah musuh Anda. Bukan karbohidrat itu sendiri, tetapi jenis karbohidrat dan jumlah karbohidrat yang Anda makan yang penting bagi penderita diabetes.

Tidak semua karbohidrat diciptakan sama.

Makanan yang rendah pada skala indeks glikemik (GI), ukuran seberapa cepat makanan dengan karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah, adalah pilihan yang lebih baik daripada makanan dengan GI tinggi.

Contoh karbohidrat rendah GI meliputi:

  • Oatmeal yang digulung atau dipotong baja
  • Roti gandum
  • Buncis dan polong-polongan kering
  • Sayuran rendah pati, seperti bayam, brokoli, dan tomat
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved