Breaking News:

PPKM Mikro Diperpanjang, Sekolah di Sleman Masih Terapkan Belajar di Rumah

Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman memastikan saat ini masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR).

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Pusat kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Jawa-Bali, hingga 5 April 2021 mendatang.

Meski ada beberapa kelonggaran, termasuk rencana Pemda DIY melakukan ujicoba tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA, Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman memastikan saat ini masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR).

"Kan semua masih daring. Pembelajaran (di Sleman) masih BDR sambil melihat perkembangan," kata Kepala Disdik Sleman, Ery Widaryana, dihubungi Jumat (19/3/2021). 

Baca juga: Dinkop UKM DIY Kembangkan Desa Entrepreneur untuk Dorong Perekonomian Masyarakat

Soal rencana pembelajaran tatap muka, pihaknya mengaku akan berkordinasi bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlebih dahulu.

Sebab menurutnya, banyak hal yang harus dipersiapkan dan dibahas.

Termasuk persetujuan dari wali murid. Nantinya, hasil dari pembahasan tersebut akan disampaikan kepada Kepala Daerah. 

"Kepala Daerah yang memutuskan. Juga menunggu kebijakan dari Gubernur," tuturnya. 

Jumlah sekolah di Kabupaten Sleman ada 117 untuk tingkat SMP dan lebih dari 500 sekolah dasar, negeri maupun swasta.

Semua fasilitas, sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan di masing-masing sekolah sudah tersedia.

Namun demikian, adaptasi kebiasaan baru siswa saat berada di lingkungan sekolah juga akan menjadi pertimbangan saat akan mulai ujicoba belajar tatap muka. 

Baca juga: Dinas Kebudayaan DIY Siapkan Regulasi Khusus untuk Menggelar Pentas Seni Secara Luring

Sekda Sleman Harda Kiswaya sebelumnya menyampaikan, meskipun, sarana dan prasarana di sekolah semuanya sudah siap, namun belajar tatap muka belum bisa dilaksanakan.

Sebab, sebagai Pemerintah daerah, pihaknya masih menunggu dan mematuhi instruksi dari Pemerintah Pusat. 

"Kalau Pemerintah pusat mengintruksikan jangan. Masa kita lakukan, ya kan nggak mungkin," tutur Harda. Belajar tatap muka secara terbatas di Sleman, rencananya akan mulai dilaksanakan pada awal Februari 2021 lalu. Namun, kebijakan itu terpaksa ditunda, karena Pemerintah Pusat menerapkan kebijakan PPKM berbasis mikro. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved