Breaking News:

Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) DIY Akomodasi UMKM Naik Kelas Go Digital dan Go Global

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) DIY akan mengakomodasi pelaku UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) DIY akan mengakomodasi pelaku UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi dan pengembangan pasar hingga ke luar negeri.

Upaya tersebut, dilakukan dengan memberikan pembinaan dan pelatihan kepada pelaku UMKM oleh para anggota HPN DIY yang berpengalaman.

Ketua DPW HPN DIY, Wawan Harmawan mengatakan, dibentuknya HPN untuk membantu pelaku usaha yang kesulitan dalam melihat peluang pasar terutama pada masa pandemi.

Baca juga: Terminal dan Fasilitas Umum di Kota Magelang Kembali Disemprot Cairan Disinfektan

"Kami akan memfokuskan pada pengenalan media digital dan cara terjun ke pasar internasional. Karena, masih banyak UMKM DIY yang belum maksimal dalam memamfaatkan hal tersebut. Padahal, memiliki potensi yang sangat besar sekali," jelasnya Jumat (19/03/2021).

Ia menambahkan, terlebih di masa pandemi yang mengharuskan pelayanan serba cepat.

Sehingga, pelaku UMKM pun dipaksa untuk bisa beradaptasi.

"Agar bisa bertahan selama pademi, digitalisasi menjadi pilihannya. Sehingga, adanya  pandemi menjadi gebrakan untuk bagi sektor usaha," terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW HPN DIY Yoyok Rubiantono menjelaskan, UMKM harus bisa berinovasi dengan kondisi yang serba sulit.

"Pelaku UMKM salah satu bidang yang paling terdampak pandemi. Sehingga,kami ingin  mendorong UMKM agar bisa melewati kondisi ini, dan lebih maju lagi," ujarnya.

Baca juga: Muncul 35 Kasus Covid-19 di Jogokariyan, DPRD Kota Yogyakarta Tak Sarankan Isolasi Mandiri

Pihaknya pun akan, terjun langsung untuk memberikan mentoring kepada pelaku UMKM.

Terutama bagi UMKM yang memiliki produk yang layak dipasarkan secara global.

"Kami ingin menularkan semangat kepada  UMKM untuk mengakses pasar global, karena peluangnya besar sekali. Hingga saat ini sudah ada 99 UMKM yang sudah dikurasi oleh kami untuk mengikuti pelatihan," pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved