Kabupaten Gunungkidul

Antisipasi Antraks, Ribuan Hewan Ternak di Gunungkidul Terima Vaksin

Jumlah hewan yang disasar untuk vaksinasi antraks terdiri dari 1.265 ekor sapi, 3.664 ekor kambing, dan 22 ekor domba.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto (kiri) saat melepas ratusan petugas vaksinasi hewan ternak. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul tengah melaksanakan vaksinasi terhadap ribuan hewan ternak.

Ratusan personel pun dikerahkan untuk program tersebut.

Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto menyampaikan vaksinasi ini sebagai upaya mengendalikan penyebaran antraks pada hewan ternak.

"Vaksinasi kami laksanakan di bulan Maret ini, yang mana merupakan tahap kelima," kata Bambang lewat keterangannya pada Jumat (19/03/2021).

Baca juga: Lahan Mina Padi Pulutan di Wonosari Gunungkidul, Alternatif Wisata Alam Hijau Menyegarkan Mata

Adapun jumlah hewan yang disasar untuk vaksinasi terdiri dari 1.265 ekor sapi, 3.664 ekor kambing, dan 22 ekor domba.

Ribuan hewan ternak tersebut tersebar di 9 kalurahan dalam 3 kapanewon, yaitu Ponjong, Rongkop, Karangmojo.

Sebanyak 116 personel dari DPP Gunungkidul diterjunkan untuk melakukan vaksinasi tersebut.

Mereka tergabung dalam Tim Pengendalian Antraks, yang terdiri atas petugas medis hingga veteriner.

"Saya harap vaksinasi pada hewan ternak ini berjalan lancar sehingga hasilnya optimal," ujar Bambang.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan DPP Gunungkidul, Suseno menyampaikan populasi ternak sapi di 2020 lalu mencapai 154.423 ekor.

Sedangkan kambing mencapai 196.050 ekor.

Adapun upaya vaksinasi sudah dilakukan sejak 2019 silam dan akan berjalan selama 10 tahun.

Baca juga: Ikuti Pusat, Pemkab Gunungkidul Tetap Refocusing Anggaran 2021

Setiap tahunnya pelaksanaan dilakukan setidaknya dua kali dalam setahun.

"Gunungkidul juga menjadi wilayah dengan populasi terbak terbesar di DIY berdasarkan jumlah sapi yang ada," jelas Suseno.

Menurutnya, sapi asal Kabupaten Gunungkidul biasanya dikirimkan ke wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Bahkan distribusi juga sampai ke wilayah Lampung di Sumatra.

Suseno menjelaskan, daging sapi asal Gunungkidul tergolong disukai konsumen.

Sebab kadar lemak dan airnya rendah, sehingga dagingnya pun berkualitas.

"Daging sapi dengan kondisi itu yang biasa paling diminati," ujarnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved