Kabupaten Gunungkidul

Mesin Pompa Rusak, Produksi Garam di Pesisir Gunungkidul Vakum Setahun

Mesin pompa tersebut digunakan untuk mengangkat air laut ke lokasi budidaya pembuatan garam.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kondisi petak-petak tempat pengolahan garam di Pantai Dadap Ayam, Pedukuhan Gebang, Kalurahan Kanigoro, Saptosari tampak terbengkalai. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Produksi garam laut di sejumlah pesisir pantai selatan Kabupaten Gunungkidul vakum setahun terakhir.

Rusaknya mesin pompa hingga situasi pandemi disebut jadi penyebabnya.

Pantauan Tribunjogja.com di Pantai Dadap Ayam, Pedukuhan Gebang, Kalurahan Kanigoro, Saptosari, petak-petak tempat pengolahan garam tampak terbengkalai.

Sejumlah terpal penutup petak itu tampak rusak.

Baca juga: Siapkan Rp 40 Miliar, Pemerintah Akan Bangun Pabrik Garam

Hanya terlihat segelintir warga yang tengah memotong rumput di sekitaran petak tersebut.

Ketua Kelompok Petani Garam Dadap Makmur, Triyono menuturkan mesin pompa tersebut digunakan untuk mengangkat air laut ke lokasi budidaya pembuatan garam.

"Karena mesin tak bisa berfungsi, otomatis aktivitas produksi mandek karena suplai bahan baku terkendala," jelasnya pada wartawan, Kamis (18/03/2021).

Kondisi itu diperparah dengan adanya angin kencang yang sempat melanda.

Alhasil terpal-terpal penutup petak tempat pembuatan garam pun mengalami kerusakan hingga kini.

Meski begitu, para petani kini tengah berupaya membangkitkan kembali aktivitas produksi yang sempat vakum.

Perbaikan terhadap terpal yang rusak pun tengah dilakukan.

Baca juga: Peneliti Ekonomi Kerakyatan UGM Kritisi Rencana Kebijakan Impor Garam

"Kami targetkan awal April sudah bisa kembali beroperasi," ujar Triyono.

Kondisi serupa juga dialami petani garam di wilayah Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari.

Ketua Kelompok Petani Garam setempat, Winarto mengatakan situasi pandemi turut mempengaruhi.

Adapun pihaknya memutuskan berhenti produksi garam belum lama ini.

Sama seperti di Dadap Ayam, aktivitas berhenti akibat adanya kerusakan terhadap fasilitas pembuatan garam.

"Saat ini kami juga berupaya memperbaiki sarana yang ada, agar bisa berproduksi lagi nantinya," kata Winarto.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved