Kabar Terbaru Tol Bawen-Yogyakarta-Solo, Pemakaman Terdampak hingga Tanah Kas Desa
Kementerian PUPR memiliki tugas berat dalam proses pembebasan lahan terdampak tol Yogyakarta-Solo khususnya laham pemakaman desa.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Yogyakarta -- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beserta Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Kementerian PUPR memiliki tugas berat dalam proses pembebasan lahan terdampak tol Yogyakarta-Solo khususnya laham pemakaman desa.
Saat ini tim Satker PJBH Kementerian PUPR masih fokus pembayaran ganti untung bagi warga terdampak tol dibeberapa dukuh di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.
Akan tetapi, pihak Satker PJBH masih belum mempersiapkan proses ganti untung bagi ahli waris dari lahan pemakaman yang terdampak pembangunan tol tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJBH Kementerian PUPR Totok Wijayanto mengatakan, khusus di wilayah DIY lahan pemakaman yang terdampak pembangunan jalan tol berada di dukuh Bayen, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan Sleman.
Namun demikian, luasan lahan pemakaman yang terdampak belum diketahui secara pasti oleh dirinya. "Ada di dukuh Bayen. Luasannya berapa saya belum tahu pasti. Kalau DIY hanya di situ saja kok," kata Totok saat dihubungi Tribunjogja.com, Selasa (16/3/2021).
Ia menambahkan, persiapan untuk inventarisasi lahan pemakaman di Dukuh Bayen belum dimulai. Akan tetapi, dirinya menegaskan jika mekanisme ganti ruginya nanti akan melibatkan ahli waris atau pemilik makam yang terdampak.
"Mekanismenya sama, ya kami akan bayar uang pemindahannya saja," ujarnya.
Untuk besaran uang ganti untung lahan pemakaman tersebut, dirinya belum memastikan lantaran lahan pemakaman di Dukuh Bayen tersebut termasuk tanah kasultanan atau Sultan Ground (SG).
Oleh karena itu, dirinya belum memastikan mekanisme yang diambil seperti apa untuk pelepasan lahan pemakaman tersebut. "Tapi intinya kami tetap mengupayakan jika harus diminta untuk mencari lahan pengganti. Ya nunggu dari pemerintah DIY dulu, karena itu kan sultan ground," ungkap Totok.
Lurah Purwomartani, Semiono menanggapi, dari total tujuh padukuhan di Purwomartani yang terdampak pembangunan tol, hanya Dukuh Bayen saja yang lahan pemakamannya yang masuk ke dalam desain perencanaan trase tol Yogyakarta-Solo.
Dirinya menjelaskan, saat ini pihak pemerintah desa belum melakukan koordinasi dengan kepala Dukuh Bayen terkait mekanisme penggantian lahan pemakaman tersebut.
"Memang ada lahan pemakaman yang terdampak. Itu di Dukuh Bayen, tapi saya kurang hafal luasannya. Soalnya belum koordinasi dengan pak dukuhnya," jelasnya.
Namun demikian, Semiono mengetahui jika lahan tersebut merupakan tanah kasultanan atau SG. "Mungkin sekitar 200 jenazah dimakamkan di sana, dan lebih kayaknya. Itu kan tanah Sultan Ground," ungkap Semiono.
Dirinya berharap, pemerintah DIY bertanggung jawab terutama terkait lahan pengganti untuk tempat pemakaman tersebut.
Menurutnya, jika tanah tersebut merupakan tanah Kasultanan, yang harus mengganti lahannya seharusnya pihak Kasultanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kabar-terbaru-tol-bawen-yogyakarta-solo-pemakaman-terdampak-hingga-tanah-kas-desa.jpg)