Vaksin Covid
Banyak Negara Tunda Menggunakan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Begini Tanggapan WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya buka suara terkait penundaan penggunaan vaksin AstraZeneca di sejumlah negara, termasuk Thailand
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya buka suara terkait penundaan penggunaan vaksin AstraZeneca di sejumlah negara, termasuk Thailand dan Indonesia.
Dalam keterangan tertulis, Direktur Jenderal (Dirjen) WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya secara teratur menghubungi Badan Obat Eropa dan regulator di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi terbaru tentang keamanan vaksin COVID-19.

“WHO menganggap bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risikonya dan merekomendasikan agar vaksinasi dilanjutkan,” ungkapnya, Rabu (17/3/2021) waktu Jenewa.
Menurut WHO, vaksinasi COVID-19 tidak akan mengurangi penyakit atau kematian akibat penyebab lain.
Peristiwa tromboemboli diketahui sering terjadi.
Tromboemboli vena adalah penyakit kardiovaskular ketiga tersering secara global.
Dalam kampanye vaksinasi ekstensif, merupakan hal rutin bagi negara-negara untuk memberi sinyal potensi efek samping setelah imunisasi.
Ini tidak berarti bahwa kejadian tersebut terkait dengan vaksinasi itu sendiri, tetapi merupakan praktik yang baik untuk menyelidikinya.
Ini juga menunjukkan bahwa sistem pengawasan berfungsi dan bahwa kontrol yang efektif tersedia.

“Komite Penasihat Global WHO untuk Keamanan Vaksin sedang menilai dengan cermat data keamanan terbaru yang tersedia untuk vaksin AstraZeneca,” bebernya lagi.
Setelah peninjauan tersebut selesai, WHO akan segera mengkomunikasikan temuan tersebut kepada publik.
Sementara, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang belum mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk kegiatan vaksinasi.
Hal ini disampaikan melalui Kepala BPOM Penny Lukito melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com dan dikutip Tribun Jogja.
Ia mengatakan, pihaknya bersama tim pakar dari Komnas Penilai Obat, Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan ITAGI masih melakukan kajian lebih lanjut terkait keamanan vaksin tersebut.
"BPOM juga melakukan komunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain untuk mendapatkan hasil investigasi dan kajian yang lengkap serta terkini, terkait keamanan vaksin COVID-19 AstraZeneca,” jelasnya.
