Pemerintah Pusat Izinkan Mudik Lebaran, Angin Segar Bagi Pengusaha Transportasi DI Yogyakarta

Keputusan pemerintah pusat untuk memberi izin perjalanan mudik Lebaran, bak angin segar bagi pengusaha di bidang jasa transportasi darat.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keputusan pemerintah pusat untuk memberi izin perjalanan mudik Lebaran, bak angin segar bagi pengusaha di bidang jasa transportasi darat.

Ketua Dewan Piminan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, Hantoro menuturkan, sudah satu tahun lamanya pandemi Covid-19 memukul industri transportasi.

Adanya kabar bahwa pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik, diharapkan mampu memulihkan keadaan serta membangun kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Terekam CCTV, Pria Ini Ditangkap karena Curi Sepeda Motor Marbot Masjid 

"Kalau kami menyambut positif. Kami sudah nunggu lama momen ini karena kami setahun ini tidak bisa bekerja. Ini kami anggap seperti hadiah ulang tahun," terang Hantoro, Rabu (17/3/2021).

Dia melanjutkan, sejak pandemi Covid-19 melanda, bisnis transportasi mengalami tamparan hebat.

Bahkan pernah selama empat bulan lamanya, para anggota Organda mengalami nol persen okupansi.

"Maret-Juni pernah nol persen. Juli itu baru mulai merangkak lima persen sampai Oktober. Waktu November baru mau naik lagi terus malah ada kebijakan antigen jadi hancur lagi. Kemudian Januari ada PPKM hancur lagi," jelasnya.

Dengan kondisi itu, sebagian besar driver memilih untuk beralih pekerjaan.

Sebagian perusahaan juga terpaksa berhenti operasional untuk sementara.

Saat ini, Organda DIY tercatat memiliki 5.500 driver, 600 mekanik, 65 perusahaan angkutan pariwisata, dan 40 perusahaan taksi.

Saat musim mudik nanti, Hantoro mengaku akan selalu mengutamakan protokol kesehatan selama beroperasi.

"Tapi memang tantangan bagi kami. Kami harus menyiapkan seluruh prokes yang ada di kendaraan dan awak kendaraan," jelasnya.

Baca juga: Sempat Turun, Harga Cabai di Pasar Bantul Melonjak Lagi Hingga Rp 120 Ribu

Hantoro mencontohkan, sebelum bertugas, awak kendaraan akan menjalani pemeriskaan terlebih dahulu.

Seluruh penumpang juga akan menjalani pemeriksaan surat sehat atau bebas korona.

"Terus bagaimana teknis pengecekan untuk memastikan penumpang menggunakan hand sanitizer dan dites thermo gun," ungkapnya.

Selain itu, setiap kendaraan yang telah beroperasi melayani konsumen akan dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Kami tidak akan lengah dan kami akan menyiapkan semua protokol kesehatan," tegasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved