Breaking News:

DI Yogyakarta Dinilai Mampu Jadi Percontohan Penurunan Angka Stunting

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berharap DI Yogyakarta bisa menjadi percontohan penurunan angka stunting.

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo (kiri depan), bersama Wakil Gubernur DIY dan jajaran BKKBN Perwakilan DIY, seusai pengukuhan IPKB dan Forum Kadis, di sela Rapat Kerja Program Bangga Kencana DIY, Senin (15/3/21) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berharap DI Yogyakarta bisa menjadi percontohan penurunan angka stunting.

Sejauh ini, dengan angka stunting jauh di bawah rata-rara nasional, DIY dinilai cakap menanggulangi permasalahan tersebut.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengapresiasi kinerja BKKBN Perwakilan DIY, beserta pemerintah daerah setempat dalam mengatasi persoalan stunting. Ia mengatakan, 13,9 persen kasus stunting yang terjadi di DIY sekarang, cenderung rendah, meskipun belum dapat dikatakan sempurna.

"Meski ada penelitian juga yang menyatakan angka di DIY itu range-nya antara 13,9 persen, sampai 21 persen," terangnya, selepas pembukaan Rapat Kerja Program Bangga Kencana DIY Tahun 2021, di Yogyakarta, Senin (15/3/2021) siang.

Baca juga: Bank Indonesia DI Yogyakarta Tinjau Kebijakan DP 0 persen pada Perumahan dan Kendaraan Mobil

Oleh karenanya, mantan Bupati Kulonprogo itu berharap, sekaligus mendorong DIY, supaya bisa menjadi percontohan bagi daerah lain, dalam menekan angka stunting.

Ia menilai, dengan sumberdaya yang tergolong mumpuni, kapastitas Yogyakarta untuk itu, bahkan bisa semakin baik lagi.

"DIY bisa jadi percontohan penurunan stunting, bahkan bisa juga percontohan untuk penurunan angka kematian ibu dan bayi. Sebetulnya, DIY bisa mengikrarkan zero kematian ibu dan bayi, dengan catatan kematian yang bisa dicegah," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan, angka stunting secara nasional kini masih berada di kisaran 26,67 persen.

Parahnya, akibat pandemi Covid-19, diprediksi angka stunting di tanah air mengalami lonjakan. Bahkan, pada 2020 lalu, diperkirakan kasusnya menyentuh 32,5 persen.

Baca juga: BREAKING NEWS : Indonesia Resmi Tunda Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Penjelasan Menkes

"Presiden menghendaki, angka tersebut bisa diturunkan jadi 14 persen di 2024. BKKBN, sekarang ditunjuk jadi ketua percepatan penanganan stunting nasional. Sebelumnya, ketuanya itu kan Pak Menteri Bapenas," ungkapnya.

Sehingga, tugas BKKBN sekarang cukup besar, karena harus mengkoordinir kementerian, lembaga lain, serta pemerintah daerah, untuk bersama-sama mengatasi stunting.

"Ya, di bawah koordinasi BKKBN, kita bakal bersama-sama mengeroyok stunting, sampai ke tingkat desa, di seluruh Indonesia," pungkas Hasto Wardoyo. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved