Kerajaan Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional, Dijadwalkan Mulai Mei

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengatakan dalam sebuah surat edaran, penerbangan internasional

Editor: Iwan Al Khasni
Google Street View
Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz 

Ia bilang, berita yang beredar itu juga tidak bisa dijadikan dasar karena belum ada surat atau pemberitahuan resmi dari Saudi.

"Dalam berita, kan, tidak ada penegasan syarat vaksin itu apakah untuk persiapan internal Saudi, ataukah juga merupakan pesan buat negara pengirim jemaah lainnya. Tidak ada keterangan tentang itu," ujar dia.

Hal senada disampaikan Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali.

Menurutnya, pernyataan Menteri Kesehatan Saudi bukan kepada jemaah haji tapi terkait petugas medis internal Kemenkes Saudi yang akan berpartisipasi pada musim haji tahun 2021.

"Saya sudah koordinasi dengan pihak Kemenkes Saudi dan Jubir Kemenhaj bahwa untuk petugas haji dari luar Saudi dan jemaah haji luar Saudi belum ada pernyataan terkait vaksin ataupun yang lainnya," ucap Endang.

Vaksin Petugas

Mendapatkan vaksin virus corona (COVID-19) adalah suatu keharusan bagi petugas kesehatan yang mengikuti musim haji 2021, kata Menteri Kesehatan Saudi Dr.Tawfiq Al-Rabiah.

“Anda harus mempersiapkan sejak dini untuk mengamankan tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan fasilitas kesehatan di Makkah, tempat suci dan Madinah, serta pintu masuk jamaah haji untuk musim haji 2021,” katanya dalam surat edaran resmi.

“Panitia vaksinasi harus dibentuk untuk musim haji dan umrah, di mana mereka telah mengadopsi penerimaan wajib vaksin COVID-19 untuk petugas kesehatan yang berpartisipasi,” tambahnya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan pada konferensi pers pada hari Selasa bahwa karantina tidak diperlukan setelah kontak dengan seseorang yang telah divaksinasi dan imunisasi selesai.

“Siapapun yang menerima vaksin dan lulus dua hingga tiga minggu setelah menyelesaikan vaksinasi tidak diharuskan untuk karantina setelah bersentuhan dengan orang yang terinfeksi,” katanya.

Kurva epidemi infeksi COVID-19 sedang melalui fase "berfluktuasi", katanya, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang sedang mengawasinya dengan cermat.

Sementara itu, kementerian mendeklarasikan 2 Maret setiap tahun sebagai "Hari Martir Kesehatan" sebagai pengakuan atas peran penting para pahlawan perawatan kesehatan, yang mengabdikan hidup mereka untuk pekerjaan dan kesehatan masyarakat.

Kementerian juga akan memberikan dukungan psikologis dan sosial untuk keluarga mereka.

Arab Saudi melaporkan lima kematian terkait COVID-19 pada hari Selasa. Korban tewas sekarang mencapai 6.505.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved