Yogyakarta

Pengamat Pariwisata UGM Harap Pemerintah Percepat Vaksinasi bagi Pelaku Pariwisata

Pemerintah DIY juga perlu memberikan kenyamanan dan kepercayaan terhadap pelaku pariwisata dan wisatawan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Suasana vaksinasi massal COVID-19 di Benteng Vredeburg, Kota Yogyakarta, Selasa (2/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keinginan untuk mempercepat vaksinasi bagi pelaku pariwisata datang dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pengamat pariwisata Universitas Gajah Mada (UGM) Hendrie Adjie Kusworo.

Menurut Hendrie, motor penggerak ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah sektor pariwisata.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu mempercepat vaksinasi terhadap 31.000 pelaku wisata yang belum disuntik vaksin.

"Karena yang pertama kan langsung kepada faktor kesehatan. Saya kira itu jelaslah. Dan yang tidak kalah penting soal image," katanya, saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (11/3/2021).

Baca juga: Update COVID-19 di DI Yogyakarta, Kamis 11 Maret 2021 : 128 Kasus Baru, 1 Meninggal Dunia

Di sisi lain, pemerintah DIY juga perlu memberikan kenyamanan dan kepercayaan terhadap pelaku pariwisata dan wisatawan.

"Dengan begitu mereka tidak merasa was-was. Kemudian kepercayaan itu perlu dibangun di mata pasar. Oleh karena itu dua-duanya sangat perlu," imbuh Hendrie.

Meski vaksinasi sudah dimulai, akan tetapi Hendrie menilai situasi makronya tidak banyak berubah yakni pandemi COVID-19 masih terus dirasakan.

Oleh karenanya, penting bagi pemerintah untuk membranding jika Yogyakarta cukup aman untuk dikunjungi.

"Berikan kepercayaan jika Jogja ini relatif aman dikunjungi, caranya ya memperbaiki dan meningkatkan prokes yang sudah ada. Karena beberapa tahun ke depan pola pariwisata ini berubah," ungkapnya.

Ditanya mengenai agenda event budaya secara konvensional yang telah disusun pemerintah DIY mampukah tetap bertahan di era pandemi saat ini, Hendrie mengatakan hal itu masih dimungkinkan dengan catatan kualitas prokes menjadi yang utama.

Baca juga: Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, 11 Rombongan Wisata Dipaksa Angkat Kaki dari Kota Yogyakarta

"Yang penting saya kira ya taat itu. Semua aktor yang terlibat harus taat kepada prokes. Karena faktanya jika kegiatan dibuka pasti kasus positifnya naik," jelasnya.

Lalu seberapa besar optimisme dari kalangan pengamat terhadap kebangkitan dunia pariwisata, apabila 31.000 pelaku wisata di DIY sudah mendapatkan vaksin?

Menanggapi hal ini, Hendrie masih belum sepenuhnya yakin apabila seluruh pelaku pariwisata telah mendapat vaksin akan mendongkrak perekonomian.

"Optimisme itu tetap ada ya, tentunya vaksin ini sangat diperlukan. Kalau untuk berapa besar presentasenya saya belum memastikan, karena ada hal lain yang perlu diperhatikan juga selain vaksinasi," ujar Hendrie.

Terpisah, pengelola wisata Tamansari, Yogyakarta, Suharwanto mengharapkan proses vaksinasi untuk pelaku pariwisata dapat disegerakan.

Baca juga: 31.000 Pelaku Wisata di DI Yogyakarta Belum Jalani Vaksinasi Covid-19, DPRD: Percepat Pendataan

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved