Internasional

Beli Tembaga Senilai Rp518 Miliar, Perusahaan Asal Swiss Ini Kena Tipu, Barang Diganti Batu

ahan tembaga yang dibeli oleh perusahaan di Jenewa senilai Rp518 miliar  diganti batu yang dicat saat dikirim ke China.

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
thikstockphotos
Ilustrasi tembaga 

TRIBUNJOGJA.COM, JENEWA - Bahan tembaga yang dibeli oleh perusahaan di Jenewa senilai Rp518 miliar  diganti batu yang dicat saat dikirim ke China.

Penipuan pembelian tembaga senilai lebih dari setengah triliun rupiah ini diduga melibatkan sindikat internasional.

Perusahaan asal Jenewa tersebut sebelumnya membeli tembaga dari penyuplai di Turki.

Mercuria Energy Group mengatakan mereka telah menjadi korban penipuan kargo menyusul pembelian lepuh tembaga sebanyak 10.000 ton.

Ketika kargo tiba di China, mereka mendapati kontainernya berisi batu yang dicat.

Peristiwa aneh ini terjadi meskipun ada pengawasan keamanan dan inspeksi.

Tahun lalu, Mercuria sepakat untuk membeli lepuh tembaga, bentuk tembaga yang belum dimurnikan, untuk dikirim ke China.

Sekitar 6.000 ton dikirimkan dalam lebih dari 300 kontainer di delapan kapal.

Namun sebelum berangkat dari pelabuhan di dekat Istanbul, tembaga itu diganti dengan batu hampar yang telah dicat supaya mirip dengan tembaga.

Mercuria, satu dari lima perusahaan pedagang minyak terbesar di dunia, menuntut ganti rugi pada penyuplai tembaga Bietsan Bakir melalui pengadilan di Turki dan Inggris.

Kepolisian Turki telah menangkap sejumlah orang terkait kasus penipuan ini.

"Orang-orang yang diduga terlibat dalam berbagai bagian kejahatan terorganisir terhadap Mercuria ini telah ditahan," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan pers, sembari mengucapkan terima kasih kepada Departemen Kejahatan Keuangan Istanbul.

Baca juga: Pulang Touring dari Gunung Kawi, Pejabat Pemkab Tulungagung Tewas Kecelakaan

Baca juga: Begini Modus Pengiriman Ganja dari Sumut ke Pulau Jawa dan Bali, Salah Satunya Dicampur Durian

Segel dilepas

Tampaknya tembaga betulan awalnya diangkut ke kontainer-kontainer untuk pengiriman pertama, sebelum disurvei oleh perusahaan inspeksi.

Segel yang digunakan untuk mencegah penipuan ditempelkan di kontainer.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved