Bunga Turun, Tapi Simpanan Nasabah Bank Tetap Besar

Kendati bunga simpanan terus menunjukkan tren penurunan sejak tahun lalu, pertumbuhan simpanan nasabah perbankan tetap gendut.

Editor: ribut raharjo
net
Ilustrasi tabungan 

Di tahun 2021, kondisi pandemi Covid-19 masih berlanjut. Kendati demikian, Santoso berharap ekonomi dalam negeri bisa segera pulih. Dengan begitu, tren pertumbuhan pun bisa terus berlanjut.

"Kami tetap berharap geliat perekonomian di Indonesia akan bangkit kembali seiring dengan pemulihan yang saat ini mulai berjalan disertai dengan penerapan protokol kesehatan dan berbagai kebijakan strategis dari regulator dan otoritas perbankan," terangnya kepada Kontan.co.id, Minggu (7/3/2021).

Sementara itu, Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri Tbk Panji Irawan mengatakan di bulan Desember 2020 lalu total DPK perseroan meningkat 12,24% yoy menjadi Rp 1.047,3 triliun. Hal ini menurutnya ditopang oleh laju pertumbuhan giro yang masif mencapai 20,13% yoy menjadi sebesar Rp 284 triliun.

Pihaknya menilai, DPK kemungkinan akan masih tetap tumbuh. Sejalan dengan rencana bisnis perseroan. Bank Mandiri misalnya akan melakukan strategi efisiensi beban operasional dan biaya dana. Termasuk memperkuat rasio dana murah lewat peningkatan layanan digital banking dan Mandiri Cash Management.

Di sisi lain, Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah menilai tren DPK sangat dipengaruhi oleh konsumsi atau belanja masyarakat. Nah, sepanjang tahun lalu hingga saat ini pandemi Covid-19 membuat aktivitas sosial ekonomi masyarakat terbatasi. Walhasil, belanja masyarakat pun ikut melemah.

"Selama masih ada pandemi yang membatasi aktivitas sosial ekonomi, maka konsumsi belum akan normal atau secara pertumbuhan masih akan negatif," ujarnya.

Tapi, kabar baiknya dalam beberapa bulan terakhir perekonomian secara bertahap mulai membaik. Namun, masih tercatat negatif.

Pemerintah bahkan masih melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Artinya, bila kondisi ini berlanjut maka DPK masih akan tumbuh di atas normal.

"Aktivitas sosial ekonomi masih dibatasi. Pertumbuhan konsumsi masih negatif, sebagian besar masyarakat meskipun memiliki daya beli masih menahan konsumsi mereka," terang Piter. (Kontan.co.id)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved