Breaking News:

Otomotif

Suzuki Stinger T125: Terlihat Gagah Di Jalanan, Serasa Ali Topan Anak Jalanan

Mengendarai Suzuki Stinger T125 di jalanan, bagi Tamrin Budi Laksono (42), menghadirkan sensasi yang berbeda.

Tribunjogja/R Hanif Suryo
Suzuki Stinger T125 milik Tamrin Budi Laksono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mengendarai Suzuki Stinger T125 di jalanan, bagi Tamrin Budi Laksono (42), menghadirkan sensasi yang berbeda.

Bahkan ia mengibaratkan, menunggangi sepeda motor 2-tak bergenre scrambler ini bakal terlihat gagah di jalanan, serasa Ali Topan, tokoh utama dalam film berjudul 'Ali Topan Anak Jalanan' yang melegenda di era 1977-an.

Suzuki Stinger T125 yang juga kerap disebut dengan Suzuki Semprang, Suzuki Capung, juga Suzuki Walang Kekek, produksi medio 1960 hingga 1970-an ini memang dikenal sebagai salah satu motor yang paling sulit ditemui dalam keadaan prima baik mesin, tampilan, dan surat administrasi.

Saking sedikitnya populasi motor ini, harganya pun kini melonjak lantaran jadi buruan para kolektor roda dua. Satu di antaranya yakni Thamrin Budi Laksono, asal Yogyakarta.

"Saya memang basicnya menyukai barang-barang antik, kalau motor saya memang menyukai motor lawas pabrikan Suzuki, sebelumnya saya juga sudah dulu punya Suzuki A100 ketika masih sekolah dulu," ujar Tamrin Budi Laksono, pria yang berprofesi sebagai kontraktor spesialis kolam renang ini ditemui Tribun Jogja di kediamannya di Bugisan, Kasihan, Bantul, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Rubrik Otomotif Gaspol 52: FR70 Cikal Bakal Bebek Suzuki di Indonesia yang Menolak Punah

Baca juga: Info Otomotif : Busi Seperti Apa Yang Membuat Mesin Lebih Bertenaga ? Simak Ulasannya Di Sini

Diceritakan Tamrin, Suzuki Stinger T125 miliknya ia beli sejak 2017 silam. Motor berkelir kuning tersebut memang sudah lama mencuri perhatiannya.

"Sewaktu kecil saya pernah lihat Suzuki Stinger. Singkat cerita, muncul keinginan untuk punya motor ini, kemudian saya pun berusaha mencari. Setelah cari-cari, ternyata Suzuki Stinger ini motor yang memang susah sekali ditemui, nah kebetulan ketika itu ada teman dari Lumajang yang upload foto motor ini," cerita Tamrin.

"Mulanya dia nggak mau jual, kemudian pasang harga yang sangat mahal. Tapi karena kebetulan saya punya 2 unit DKW Union, satu saya tawarkan untuk dibarter dengan Suzuki Stinger-nya plus satu motor kecil. Ya akhirnya dia luluh juga, mungkin karena sama-sama langka," tambahnya.

Simak berita lengkapnya di harian Tribunjogja.com edisi Minggu (7/3/2021) besok.

(Tribunjogja/Hanif Suryo)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved