Orang Tua Siswa Sambut Baik Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di 10 Sekolah di DI Yogyakarta
Paling tidak, jika SMA/SMK sudah ada uji coba sekolah tatap muka, kemungkinan jenjang di bawahnya akan mengikuti.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah orang tua siswa menyambut baik uji coba pembelajaran tatap muka di 10 sekolah di DI Yogyakarta.
Susilawati (37), salah satu orang tua siswa merasa lega sudah ada wacana uji coba belajar tatap muka.
Sebab, selama ini, kedua putrinya seperti jenuh harus mengikuti sekolah dari rumah.
Meski wacana tersebut masih terbatas untuk SMA/SMK atau sederajat, namun Susi tetap senang.
Paling tidak, jika SMA/SMK sudah ada uji coba sekolah tatap muka, kemungkinan jenjang di bawahnya akan mengikuti.
Baca juga: PPKM Mikro di DI Yogyakarta Diperpanjang, PHRI DIY Desak Pemerintah Realisasikan Relaksasi
“Anak saya sudah bosan belajar di rumah, tidak ketemu teman, guru, ketemunya saya saja setiap hari, setiap waktu, bosan dia,” kata Susi kepada Tribun Jogja, Jumat (5/3/2021).
Susi memiliki dua anak yang sekarang sekolah di salah satu SMP Negeri dan SD Negeri di DIY.
Keduanya harus berada di rumah dan belajar daring. Kadang, materi hanya dikirim melalui pesan WhatsApp.
Ini membuat mereka banyak gagal paham dengan materi yang disampaikan guru.
Untuk itu, Susi harus kerja ekstra untuk membantu proses pendidikan dua anaknya.
“Ya, hitungannya selama ini mereka tidak belajar sih. Pada santai gitu meski ada ujian,” ungkapnya.
Kesantaian itu, menurut Susi, terjadi karena anak-anak merasa ada buku dan Google yang bisa mereka akses selama ujian.
Meski menyambut baik, namun ia tetap waspada dengan penyebaran virus corona.
Maka, ia membekali kedua anaknya pengetahuan tentang virus itu. Kedua anaknya wajib menggunakan masker dan face shield ketika di luar rumah.
“Hal yang tetap bikin was was, apakah mereka bakal paham dengan materi yang bakal disampaikan? Selama ini kan santai saja,” ucapnya.
Ia menambahkan, putri terkecilnya yang baru masuk SD benar-benar belum pernah mengikuti sekolah secara formal.
“Ke sekolah pas itu cuma imunisasi dan foto saja. Maka, saya was was, bisa enggak dia sekolah formal gitu ya. Semoga bisa adaptasi deh,” tandasnya.
Senada, Tri Utami (31) mengakui dirinya senang sudah ada berita uji coba tatap muka sekolah di DIY.
Hal ini lantaran, putri pertamanya juga sudah jenuh belajar dari rumah.
“Sekarang sudah enggak fokus. Sukanya main-main, lari-larian kesana kemari,” katanya.
Perempuan yang akrab disapa Tri itu memiliki anak yang sekarang harusnya masuk di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
Baca juga: Moeldoko Jadi Ketum Versi KLB, DPD Partai Demokrat DI Yogyakarta Tegaskan Tetap Setia pada AHY
Adanya berita itu, menurut Tri, bisa sebagai angin segar untuk dirinya.
Dia yakin, perlahan-lahan semua jenjang sekolah akan dibuka lagi untuk tempat belajar jika sudah aman, termasuk TK.
“Kalau gini kadang orangtuanya emosi juga anaknya enggak fokus. Namanya anak TK, sukanya bermain,” tukas Tri yang merupakan warga Godean itu. (ard)