Bisnis
Strategi Usaha Dry Cleaning di Bantul Bertahan Saat Pandemi, Kerja Sama hingga Boleh Ngebon
Meski sempat terpaksa tutup selama tiga bulan pada awal masa pandemi atau Maret hingga Mei 2020, Dry cleaning Kharisma kini telah menggeliat kembali.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyak jenis usaha terdampak oleh pandemi, bahkan harus gulung tikar.
Namun, suatu usaha dry cleaning di Bantul masih tetap eksis.
Meski sempat terpaksa tutup selama tiga bulan pada awal masa pandemi atau Maret hingga Mei 2020, usaha dry cleaning Kharisma milik Susanto tak lama setelah itu telah menggeliat kembali.
Susanto membagikan tips atau strategi dari hal tersebut.
"Kalau dry cleaning lain biasanya hanya mengambil jasa cuci pribadi. Tapi di sini kami bekerja sama dengan para perias," ujarnya kepada Tribunjogja.com, Rabu (3/3/2021).
Baca juga: Pengusaha Tahu di Sentolo Kulon Progo Keluhkan Harga Kedelai Impor Kian Meroket
Susanto menuturkan, sejak membuka usahanya itu pada 2010, ia telah memiliki ide untuk bekerja sama dengan para perias.
Sebab, untuk wilayah Bantul menurutnya sulit mempertahankan usaha dry cleaning yang bisa menyentuh konsumen umum.
"Kalau di Bantul enggak bisa menyentuh konsumen umum, 5 bulan setelah jalan usaha baru ada ide untuk kerja sama dengan para perias. Saya mengenalkan dry cleaning kepada perias-perias di setiap kecamatan di Bantul," bebernya.
Susanto mengklaim usaha dry cleaning miliknya merupakan yang pertama berdiri di Kabupaten Bantul.
"Di Bantul dulu tahun 2008-2009 laundry kiloan saja jarang. Habis buka laundry ini jadi banyak yang kiloan. Dulu belum pada kenal dengan dry cleaning itu apa," ungkapnya.
Strategi lain yang dilakukan Susanto, ia menerapkan sistem kekeluargaan kepada para kliennya.
Yakni, pembayaran bisa dilakukan menyicil atau berhutang dahulu.
"Bisa ngebon dulu. Bebas berapa kali bayar. Kebanyakan malah ngebon di sini," ucapnya.
Ia menjelaskan, dry cleaning adalah sistem cuci kering yang dilakukan dengan pengobatan baju dan tanpa air.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/strategi-usaha-dry-cleaning-di-bantul-bertahan-saat-pandemi-kerja-sama-hingga-boleh-ngebon.jpg)