Breaking News:

Mengenal Kopi Magelang, Sensasi Rasa Sayuran Dalam Setiap Seduhannya 

Pesona dan daya tarik kopi kian diminati anak muda dan masyarakat beberapa tahun belakangan. Beragam coffe shop

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Petani dan barista menunjukkan serta mengolah Kopi Magelang yang mempunyai cita rasa khas beraroma sayuran yang kini perlahan-lahan mulai menembus pasar lokal, Kamis (4/3/2021). 

"Produksinya sudah mencapai 1,5 ton biji kopi mentah per tahun dengan harga Rp 85 ribu untuk biji kopi mentah dan Rp 200 ribu untuk kopi yang sudah disangrai," jelasnya. 

Saat ini, kopi Arabica Magelang masih menyasar beberapa kafe dan juga coffe shop daerah sekitar dan juga Magelang. Sebelum pandemi lalu, bahkan kopi Arabica Magelang telah dipasarkan sampai ke Jakarta. 

Alhasil, ekonomi petani setempat juga terangkat berkat produksi kopi tersebut.

Saat ini jumlah tanaman kopi di daerah setempat bahkan mencapai 50 ribu pohon tanaman baru lainnya dan menjadi tanaman pilihan bagi para petani. 

Baca juga: Kerusakan SAH di Jalan Jambon Disinyalir Jadi Penyebab Banjir, Legislatif: Utamakan Keselamatan

Maya, salah satu sensory skill kopi Magelang menyebutkan, potensi kopi Magelang sebenarnya bisa bersaing dengan kopi nusantara lain yang telah lebih dulu dikenal.

Namun, karena keterbatasan sosialisasi, kopi Magelang belum dikenal oleh masyarakat. 

Minimnya perhatian dari pemerintah dan juga tes pasar yang kurang di wilayah Magelang disebut menjadi salah satu kendala.

Padahal, sebagai salah satu tempat wisata, Magelang mampu mengenalkan kopi asli asal daerahnya sendiri kepada wisatawan. 

"Karakteristik untuk Arabica bisa dibilang sudah balance, kemudian untuk testing notes-nya sudah spesialty untuk proses yang benar. Lalu untuk Robusta-nya punya karakteristik coklat dan gula aren, rempah-rempah dan aromanya sangat kuat," jelas pemilik galeri Kopima ini. 

Untuk kopi di wilayah Pakis, terdapat rasa pinus, tomat dan beri.

Sementara di Kaliangkrik juga terdapat rasa pinus, kacang, dan kacang almond karena di ditanam secara tumpang tindih. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved