Breaking News:

Mengenal Kopi Magelang, Sensasi Rasa Sayuran Dalam Setiap Seduhannya 

Pesona dan daya tarik kopi kian diminati anak muda dan masyarakat beberapa tahun belakangan. Beragam coffe shop

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Petani dan barista menunjukkan serta mengolah Kopi Magelang yang mempunyai cita rasa khas beraroma sayuran yang kini perlahan-lahan mulai menembus pasar lokal, Kamis (4/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pesona dan daya tarik kopi kian diminati anak muda dan masyarakat beberapa tahun belakangan. Beragam coffe shop marak bermunculan di sudut-sudut kota.

Dari beragam kopi nusantara yang sudah beken duluan, kopi asal Magelang produksi petani asal Pakis kini mulai menunjukkan kualitasnya.

Adalah Dusun Jerukan, Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Magelang yang menjadi sentra kopi di daerah Magelang.

Tumbuhan asal Afrika ini ditanam di ketinggian 1.200-1.400 meter dari permukaan laut (mdpl) oleh petani setempat. 

Baca juga: BURSA Transfer AC Milan: Daftar Striker Incaran Rossoneri Pengganti Ibrahimovic & Bidikan Lain

Ada dua jenis kopi Arabica yang ditaman di daerah itu sejak 2013 lalu yakni jenis lini s dan juga kartika dengan jumlah 2.250 pohon yang dikelola secara tumpang sari bersamaan dengan tanaman sayuran. 

"Kami menanam kopi tidak semata-mata hanya bernilai ekonomis, tapi juga untuk memperkuat kontur tanah, konservasi, dan kesuburan tanah. Maka cita rasanya ada khas aroma dan rasa sayuran," kata Muhaimin, ketua kelompok petani kopi Mekarsari Desa Jambewangi, Kamis (4/3/2021). 

Pihaknya memilih tanaman kopi dibanding tanaman keras lainnya untuk tanaman tumpang sari dikarenakan daya tutup daunnya yang cukup bagus.

Tingginya yang sekitar 1,5 meter dinilai cukup baik untuk penyinaran tanaman lainnya. 

Tidak hanya di Desa Jambewangi saja, tanaman kopi tersebut juga tersebar di beberapa desa lain di Kecamatan Pakis semisal Desa Gondangsari dan Desa Ketundan. Produksinya juga kian meningkat dari tahun ke tahun.

Pada saat pertama kali panen di 2016 lalu hasil panen masih sebanyak 45 kg biji kopi mentah, di tahun kedua yakni 2017 petani berhasil menghasilkan sebanyak 250 kg, dan 500 kg di tahun ketiga serta 1,5 ton di tahun keempat ini. 

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved