Kabupaten Gunungkidul
Efektifkan Screening, Ponpes Darul Quran Gunungkidul Manfaatkan GeNose UGM
Keputusan menggunakan GeNose didasarkan pada keinginan para wali santri yang ingin mengunjungi putra-putrinya secara lebih aman.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Alat pendeteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose kini banyak digunakan sebagai alternatif penyaringan (screening) kasus.
GeNose pun kini sudah merambah Gunungkidul.
Adapun satu di antara pengguna pertamanya adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran Wal-Irsyad di Wonosari, Gunungkidul.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Satgas COVID-19 Darul Quran, Muhammad Akhyar.
"Baru awal Maret ini kami gunakan di lingkungan ponpes, khususnya pada tamu dan wali santri yang datang," katanya dihubungi pada Kamis (04/03/2021).
Akhyar menjelaskan, keputusan menggunakan GeNose didasarkan pada keinginan para wali santri yang ingin mengunjungi putra-putrinya secara lebih aman.
Baca juga: Guru di Gunungkidul Jadi Prioritas Penerima Vaksin COVID-19 Tahap II
Selain itu, alat ini juga digunakan untuk memantau kondisi kesehatan penghuni ponpes.
Pembelian GeNose dilakukan lewat Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), yang menaungi Darul Quran.
Adapun pengadaan dilakukan dengan biaya ponpes sendiri.
Satu set GeNose dihargai sekitar Rp 68 juta lebih.
Namun ternyata alat ini tersedia terbatas, sehingga proses pemesanan hingga barang tiba di tempat memakan waktu sekitar satu setengah bulan.
"Kami nyaris tidak dapat sebenarnya, karena masuk di antrean terakhir dalam daftar," ungkap Akhyar.
Adapun dalam satu set GeNose akan mendapatkan alat detektor virus, HEPA filter, serta kantong yang digunakan sebagai tempat sampel napas penggunanya.
Jumlah kantong disesuaikan dengan kebutuhan.
Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Buat Optimis Rencana Belajar Tatap Muka di Gunungkidul
Akhyar mengatakan alat GeNose sudah diterima sejak akhir Februari lalu.
Namun mereka melakukan uji coba secara internal untuk memastikan efektivitas penggunaannya.
Sasaran pertama adalah para santri dan pengajar di Ponpes.
Petugas pengecekan pun berasal dari pengurus ponpes, yang sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan cara mengoperasikan GeNose dari UGM.
"Sudah kami coba dan hasilnya negatif semua, baru kemudian kami gunakan untuk tamu dari luar," jelas Akhyar.
Menurutnya, penggunaan GeNose hanya memerlukan waktu 3 menit.
Prosesnya dimulai dari meniup kantong dan hasil deteksi dari sampel napas terbaca di layar komputer.
Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Tahap II di Gunungkidul Direncanakan Mulai Besok
Melihat kemudahan yang diberikan, Ponpes Darul Quran pun berencana menjadikan GeNose sebagai satu di antara alat screening COVID-19, terutama bagi tamu-tamu dari luar.
Akhyar mengatakan GeNose cukup digunakan sekali.
Namun pihak UGM menyarankan proses dilakukan sebanyak 2 kali dengan jeda waktu selama dua hari, demi memastikan hasilnya.
"Saat ini sudah digunakan, di mana sehari kami batasi penggunaannya untuk 100 pengunjung," ujarnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul Arif Gunadi menyambut baik inisiatif pengelola Ponpes Darul Quran.
Apalagi mereka mengadakan GeNose dengan pembiayaan sendiri.
Baca juga: Pelaku Usaha di Gunungkidul Gantungkan Harapan pada Vaksinasi COVID-19
Namun ia mengatakan pihaknya belum menginstruksikan penggunaan GeNose ke ponpes lain di Gunungkidul.
Sebab alat ini masih bersifat alternatif dari alat uji COVID-19 lainnya.
"Baik dari kami maupun pusat belum ada instruksi khusus untuk penggunaan GeNose," ujar Arif.
Pun begitu, ia berharap kehadiran GeNose mampu menjadi salah satu solusi dalam memastikan keamanan para santri, terutama saat mereka menerima tamu dari luar.
Sebab Arif mengatakan para wali santri kesulitan berjumpa langsung dengan putra-putrinya, lantaran mereka juga khawatir dengan kondisi kesehatannya sendiri.
"Setidaknya dengan GeNose, persoalan komunikasi tersebut bisa dipecahkan," katanya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/efektifkan-screening-ponpes-darul-quran-gunungkidul-manfaatkan-genose-ugm.jpg)