Warga Purwokinanti Kota Yogyakarta Gotong Royong Tanggulangi Pandemi Bersama 'Yu Kinanthi'
Sejak awal Covid-19 mewabah, hingga hampir menyentuh satu tahun, terobosan demi terobosan berbasis kearifan lokal, terus muncul di kalangan masyarakat
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Budaya gotong royong warga Yogyakarta dalam menanggulangi pandemi tidak perlu diragukan lagi.
Sejak awal Covid-19 mewabah, hingga hampir menyentuh satu tahun, terobosan demi terobosan berbasis kearifan lokal, terus muncul di kalangan masyarakat.
Seperti yang ditunjukkan warga Kelurahan Purwokinanthi, Pakualaman, Kota Yogyakarta baru-baru ini.
Lewat program 'Yu Kinanthi', warga setempat diajak mengulurkan tangan dan bahu-membahu meringankan beban sesama, yang terkena dampak pandemi berkepanjangan.
Baca juga: Tak Ada Persiapan, Bupati Bantul Terpilih Abdul Halim Muslih Sambangi Warga Sebelum Pelantikan
Lurah Purwokinanti, Sugiharti mengatakan, 'Yu Kinanthi' berasal dari perpaduan kata 'Yu' yang berarti 'mbak', atau kakak perempuan dalam bahasa Jawa, dengan potongan nama kelurahannya, pada bagian 'Kinanthi'.
Ia menyampaikan, lewat program ini, warga saling bantu menyediakan nasi bungkus gratis untuk masyarakat umum.
Namun, mereka tidak harus menyediakan permakanan siap saji, karena boleh juga menyumbang bahan mentah, entah beras, telur, daging, atau sedekah uang tunai.
"Nah, nanti dari bantuan itu, kami yang mengolahnya jadi makanan siap saji, dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan," terangnya, Kamis (25/2/2021).
Nantinya, makanan siap saji itu ditata di etalase kaca yang ditempatkan di Jalan Juminahan.
Kemudian, warga dipersilakan mengambilnya dengan jatah satu orang satu porsi.
Ia pun memastikan, siapa saja boleh mengakses permakanan tersebut, tak hanya warganya.
"Siapa saja boleh mengambil, sekaligus menaruh nasi di lemari kaca itu, dipersilakan. Tapi, memang jatahnya satu orang satu bungkus ya," ungkap Sugiharti.
Untuk merealisasikan 'Yu Kinanthi' ini, ia langsung turun mendatangi warga, atau para pelaku usaha yang tingkat perekonomiannya di atas rata-rata.
Menurutnya, makin banyak kepedulian, makin besar pula jumlah warga terdampak pandami yang dapat tertolong.
"Antusiasmenya luar biasa. Kami sekaligus ingin memberi edukasi ke masyarakat, sekecil apapun bantuannya, itu bisa memberikan dampak positif," tandasnya.