Warga Kembar di Desa Jonggrangan Klaten Bertambah Jadi 23 Pasang, Usia Dewasa Hingga Anak-anak

Update jumlah warga yang terlahir kembar di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten bertambah menjadi 23 pasang atau 46 orang

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kepala Desa Jonggrangan, Sunarna (lima kiri) foto bersama dengan warganya yang terlahir kembar, Rabu (24/2/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Update jumlah warga yang terlahir kembar di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten bertambah menjadi 23 pasang atau 46 orang.

Sebelumnya, jumlah warga kembar di desa itu dilaporkan ada 21 pasang atau 42 orang.

Puluhan warga kembar itu merupakan kembar identik maupun kembar dampit.

"Ini didata lagi sama teman-teman perangkat desa dan informasi dari tetangganya juga, data terakhir itu ada 23 pasang atau 46 orang warga yang kembar di desa kami," ujar Kepala Desa Jonggrangan, Sunarna, pada Tribun Jogja, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Disangka Mangkir Saat Pemanggilan KPK Soal Stadion Mandala Krida, Erlina Hidayati Beri Klarifikasi

Menurut Sunarna, pihaknya akan terus melakukan pendataan untuk dijadikan arsip desa. Adapun penambahan dua pasang warga kembar tersebut tersebar di dua dukuh berbeda.

"Penambahan data terbaru ada di dukuh Manahan RT 3 RW 7 dan di dukuh Jonggrangan baru RT 1 RW 2," imbuhnya.

Diakui Sunarna, untuk rentang usia warga kembar di desa yang ia pimpin cukup beragam, mulai dari orang tua, dewasa, bahkan ada yang baru lahir.

"Ada juga yang baru lahir, beberapa waktu kemarin orang tuanya minta masukin nama anaknya ke kartu keluarga," tambahnya.

Sebelumnya, kata Sunarna, puluhan warga kembar itu, tersebar di lima dukuh. Namun di Dukuh Jonggrangan jumlah warga kembar yang paling banyak, yakni mencapai 9 pasang.

Saat ini, 23 pasang orang kembar itu, tidak semuanya di kampung. Sebab ada juga yang hidup di rantau.

"Semuanya nggak menetap disini. Sebab sudah ada orang kembar yang menikah dan hidup sama istri atau suaminya di daerah lain, ada yang di desa ini ada juga di daerah Klaten atau daerah lain," ucapnya.

Menurut Sunarna, di desa yang ia pimpin terdapat 10 dukuh dan 7 rukun warga (RW) serta 22 rukun tetangga (RT).

Fenomena banyaknya orang terlahir kembar di Desa Jonggrangan, tidak memiliki sejarah tersendiri.

Sunarna mengaku jika fenomena itu diyakini murni faktor genetik semata.

"Kalau sejarahnya saya kurang tahu juga. Tapi saya fikir ini murni genetik semata. Sebab dari beberapa orang kembar itu, silsilah keluarganya tidak semua memiliki keturunan kembar meski ada juga yang memiliki silsilah kembar," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved