Breaking News:

Disangka Mangkir Saat Pemanggilan KPK Soal Stadion Mandala Krida, Erlina Hidayati Beri Klarifikasi

Disangka mangkir dari pemanggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dulu di Badan Perencanaan

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali
Stadion Mandala Krida Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Disangka mangkir dari pemanggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dulu di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Erlina Hidayati Sumardi memberikan klarifikasi.

Ia menyayangkan adanya berita yang beredar jika dirinya dinyatakan mangkir dari pemanggilan KPK di hari Selasa (23/2/2021) kemarin.

"Itu ada yang memberitakan kalau saya mangkir. Saya memang belum terima surat apa pun dari KPK waktu itu. Saya cek ke Dinas Pendidikan juga tidak ada. Ya saya gak mungkin tanya ke KPK kan," katanya, saat dihubungi Tribun Jogja, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG per Wilayah di DI Yogyakarta Hari Ini, Ada Hujan Lebat Hingga Petir

Ia menambahkan, surat pemanggilan pemeriksaan sebagai saksi yang ditujukan kepadanya diakui oleh Erlina salah alamat.

Sehingga pada hari Selasa lalu dirinya belum menerima surat tersebut.

"Ternyata salah alamat, sorenya saya baru dapat surat itu. Dan hari Rabu siang saya baru bisa hadir memenuhi panggilan KPK," tambah Erlina.

Ia menjelaskan, selama dua jam lebih dirinya diperiksa oleh KPK di ruang gelar perkara Satreskrim Polres Sleman.

Erlina mengatakan, pemeriksaan hanya berupa validasi atas dokumen perencanaan dan pembangunan yang disita KPK kepada dirinya.

"Karena waktu itu kan saya masih di Bappeda ya. Jadi hanya ditanya soal perencanaan saja," jelasnya.

Masih kata Erlina, pertanyaan penyidik KPK yang ditujukan kepadanya menyangkut soal Detail Engineering Design (DED) pembangunan stadion Mandala Krida.

"Hanya soal DED, kalau pelaksanaannya kan tidak. Saya hanya sebentar di Bappeda mulai 2010 sampai pertengahan 2012. Ya saya jawab yang saya tahu saja," tegas dia.

Baca juga: Sebanyak 23.000 Pelayan Publik di Kulon Progo Telah Terdata Pada Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Sampai saat ini, ia belum menerima arahan selanjutnya dari penyidik KPK, apakah dirinya akan diperiksa kembali atau tidak.

Ditanya adakah kekeliruan dokumen perencanaan dengan pelaksanaan, Erlina menegaskan tidak ada kesalahan dalam proses validasi dari tim penyidik KPK.

"Enggak ada. Sejauh saya menjawab ya tidak ada masalah," tutup perempuan yang kini menjabat Kepala DP3AP2 DIY ini. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved