Berbekal Kemampuan Sales, Warga Purworejo Tipu Puluhan Warga Kulon Progo Hingga Ratusan Juta

Satreskrim Polres Kulon Progo berhasil meringkus RW alias Aris (40) warga Purworejo, Jawa Tengah lantaran melakukan penipuan terhadap puluhan warga

TRIBUNJOGJA/ Sri Cahyani Putri
Polisi menunjukkan barak bukti surat perjanjian pada kasus tindak pidana penipuan di Polres Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Satreskrim Polres Kulon Progo berhasil meringkus RW alias Aris (40) warga Purworejo, Jawa Tengah lantaran melakukan penipuan terhadap puluhan warga di kabupaten setempat.

Kasatreskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso menjelaskan pelaku melakukan perkara penipuan itu hanya berbekal sebagai sales yang menawarkan kerjasama usaha mulai dari pemasangan wifi hingga perdagangan buah-buahan. 

Dikarenakan pelaku sebelumnya juga sempat bekerja menjadi seorang sales provider jaringan wifi di Kulon Progo. 

Baca juga: KPK Simpulkan Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida Pada Perencanaan Spesifikasi, Ini Penjelasannya

Dengan demikian, pelaku menyasar orang-orang kaya yang dirasa memiliki uang yang cukup banyak. 

"Jadi untuk meyakinkan korban, pelaku memberikan bujuk rayu adanya keuntungan hingga akhirnya korban memberikan uangnya sebagai modal usaha," katanya saat konferensi pers di Polres Kulon Progo, Kamis (25/2/2021). 

Munarso merinci jumlah korban yang sudah melaporkan sebanyak 10 orang. 

Rinciannya 3 korban melaporkan ke Polsek Sentolo, 5 korban di Polres Kulon Progo, 1 korban di Polsek Temon dan 1 korban di Polsek Pengasih. 

Adapun kerugian yang ditanggung oleh setiap korban juga beraneka ragam mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. 

Sehingga total uang hasil penipuan yang berhasil diraup oleh pelaku mencapai lebih dari Rp 250 juta. 

Seluruh uang itu didapatkan pelaku secara bertahap dari masing-masing korban. 

"Namun ada kemungkinan untuk korban maupun uang hasil penipuan bisa bertambah. Karena kemungkinan ada korban yang belum melaporkan ke kami," ucap Munarso. 

Pelaku sendiri kata Munarso berhasil diamankan polisi pada 7 Februari 2021 di wilayah Tempel, Kabupaten Sleman. 

Dengan cara polisi bertemu dengan pelaku dan menyamar sebagai konsumen. 

Baca juga: Sebelum Dilantik, Bupati Gunungkidul Terpilih Sunaryanta Aktif Berolahraga

Sedangkan pelaku RW yang dihadirkan dalam konferensi pers mengakui telah melakukan tindak pidana penipuan tersebut. 

Ia terpaksa melakukannya lantaran terlilit hutang hingga ratusan juta rupiah.

Selain itu, uang dari hasil penipuan tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan pasal 372 atau 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara. (scp) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved