Breaking News:

KPK Simpulkan Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida Pada Perencanaan Spesifikasi, Ini Penjelasannya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dugaan penyimpangan pembangunan stadion Mandala Krida.

Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali
Stadion Mandala Krida Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dugaan penyimpangan pembangunan stadion Mandala Krida.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pada Rabu (24/2/2021) penyidik KPK telah memeriksa beberapa saksi yang terlibat dalam Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) pembangunan stadion Mandala Krida tahun anggaran 2016-2017.

"Rabu kemarin bertempat di Mapolres Sleman telah selesai dilakukan pemeriksaan dan penyitaan barang bukti dan saksi-saksi," kata Ali Fikri kepada Tribun Jogja, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Sebelum Dilantik, Bupati Gunungkidul Terpilih Sunaryanta Aktif Berolahraga

Ali menambahkan, beberapa saksi tersebut di antaranya, Prambudi Setiono selaku Kasubbid Sosial Budaya dan Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIY, Edy Wahyudi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan stadion Mandala Krida 2016-2017, Heri Sukamto selaku Kontraktor, Sugiharto selaku konsultan perencanaan, Sri Mulyani Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan Mulyono selaku Komisaris PT Eka Madra Santosa (EMS) dan Subkontraktor yang menggarap penutup atap dan space frame stadion Mandala Krida.

Ali menambahkan, para saksi didalami pengetahuannya terkait proses perencanaan dan penganggaran kegiatan pembangunan stadion Mandala Krida tahun anggaran 2016-2017 di pemerintahan DIY.

Selain itu, penyidik KPK juga menyimpulkan adanya dugaan penyusunan spesifikasi teknis yang mengunci produk tertentu yang dibuatkan konsultan perencana dengan kontraktor dan PPK serta harga realcoast masing-masing item pekerjaan.

Masih kata Ali Fikri, dilakukan juga pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, dan mantan (ASN) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Erlina Hidayati Sumardi pada hari yang sama.

"Mereka didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya pemecahan penganggaran yang semula direncanakan multiyears menjadi singleyears dan pengerjaan per tahun," jelas Ali.

KPK belum mengumumkan barang bukti yang disita dari saksi yang diperiksa apa saja.

Baca juga: Ada Pemakaman Jenazah COVID-19 Tanpa Peti di Bantul, Ini Penjelasan Pemangku Wilayah

Sementara itu, Erlina Hidayati Sumardi saat diwawancara Tribun Jogja mengatakan, pemeriksaan hanya berupa validasi atas dokumen perencanaan dan pembangunan yang disita KPK kepada dirinya.

"Karena waktu itu kan saya masih di Bappeda ya. Jadi hanya ditanya soal perencanaan saja," jelasnya.

Masih kata Erlina, pertanyaan penyidik KPK yang ditujukan kepadanya menyangkut soal Detail Engineering Design (DED) pembangunan stadion Mandala Krida.

"Hanya soal DED, kalau pelaksanaannya kan tidak. Saya hanya sebentar di Bappeda mulai 2010 sampai pertengahan 2012. Ya saya jawab yang saya tahu saja," tegas dia. (hda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved