Breaking News:

Kota Yogyakarta

Antisipasi Sebaran COVID-19 dari Sektor Pariwisata, Pemkot Yogya dan GIPI Jalin Sinergi

Melonjaknya kasus COVID-19 di kota pelajar pada libur panjang Agustus, Oktober dan Desember 2020 wajib diantisipasi, supaya tidak terulang kembali.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Yogyakarta, Bobi Ardianto (kanan) bersama Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan menjadi pukulan telak bagi dunia pariwisata, termasuk di Kota Yogyakarta.

Tapi, pengalaman sepanjang 2020 lalu sejatinya bisa dijadikan pengalaman untuk melakukan perbaikan guna menggeliatkannya kembali.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Yogyakarta, Bobi Ardianto menyampaikan, sudah saatnya semua pelaku parwisata bersenirgi memperbaiki keadaan.

Diakuinya  Kebijakan PPKM, syarat swab test antigen kini, berdampak peda penurunan angka wisatawan.

Baca juga: Wawali Kota Yogya Tak Ingin Lonjakan Kasus COVID-19 Saat Libur Panjang 2020 Terulang di 2021

"Tapi, saya berikan apresiasi pada teman-teman di Yogya. Industri pariwisata Yogya tidak cengeng. Ya, mereka tetap punya spirit besar untuk bertahan di situasi susah ini, agar roda perekonomiannya bisa terus bergerak," tandasnya, di sela diskusi kepariwisataan, Kamis (25/2/2021).

Oleh sebab itu, melonjaknya kasus COVID-19 di kota pelajar pada libur panjang Agustus, Oktober dan Desember 2020 silam, wajib diantisipasi, supaya tidak terulang kembali.

Dirinya pun menyadari, fenomena tersebut merupakan kesalahan kolektif dan harus segera dibenahi.

"Apa yang menjadi kesalahan bersama kemarin, artinya untuk grafik kembali naik, jadi tanggung jawab bersama. Masyarakat, industri pariwisata dan pemerintah, harus bersama-sama dan saling bersinergi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya telah menyatakan kesiapannya, untuk terus bahu-membahu dengan Pemkot Yogyakarta, guna mewujudkan Yogyakarta sebagai tuan rumah yang benar-benar bertanggungjawab.

"Ya, tuan rumah bertanggungjawab. Artinya, bagaimana dibuat satu standar yang dapat dipedomani bersama, dan dijalankan dengan sebaik mungkin," cetusnya.

Baca juga: UPDATE COVID-19 di DI Yogyakarta Kamis 25 Februari 2021, Bertambah 228 Kasus Konfirmasi Positif

Menurut Bobi, saat ini GIPI berusaha menginisiasi sistem travel koridor, berbentuk goverment to goverment (G2G).

Dengan begitu, akan terjalin kerjasama antar pemerintah daerah, khususnya di Jawa-Bali, untuk mengkondisikan seluruh wisatawan yang masuk, atau keluar.

"Jadi, ini antisipasi dan memberikan jaminan, bagaimana wisatawan dari daerah asalnya itu terkondisi dengan baik, sehingga saat masuk ke Yogya juga kita kelola dengan baik. Tentunya, dari aspek kesehatan," ungkapnya.

"Kita bikin konsorsium, industri dan pemerintah bersama menggerakkannya, agar lebih memudahkan dalam melakukan monitoring dan evaluasi, untuk memastikan pergerakan wisatawan itu tetap aman dan sehat. Jadi, terevaluasi dengan baik," tambah Bobi. ( Tribunjogja.com)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved