Gelar Focus Group Discussion, Pemkot Magelang Jaring Masukan dari PKL dan UMKM
Adapun masukan para peserta FGD akan menjadi salah satu pertimbangan dalam perumusan kebijakan kepala daerah ke depan.
Penulis: DNA | Editor: MGWR
“Nah, wali kota terpilih juga memiliki program unggulan, salah satunya membuat aplikasi Magesty (Magelang Smart City). Tujuan program tersebut agar semua layanan terintegrasi di satu aplikasi ini, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” papar Iwan.
Ia menambahkan, wali kota terpilih juga memiliki program Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneur Center).
Program tersebut menargetkan setiap kelurahan memiliki klinik UMKM. Adapun tugasnya untuk pendampingan terkait manajemen, pemasaran, pengemasan, dan lainnya.
“Hal Ini terkait dengan program unggulan lain, yakni menciptakan 1.500 wirausaha baru. Kami punya sekitar 1.034 Rukun Tetangga (RT). Dengan begitu, tiap RT paling tidak punya 1-2 pengusaha baru. Mereka akan dilatih dan didampingi agar bisa berkembang maju,” imbuh Iwan.
Sebelumnya, calon Wali Kota Magelang Muchammad Nur Aziz menjelaskan, Kota Magelang hampir tak memiliki sumber daya alam (SDA).
Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesejahteraan warganya, sektor jasa dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diniliai sebagai lahan paling potensial.
Aziz menargetkan, ke depan Kota Magelang bisa menumbuhkan 1.500 UMKM. Ia mengaku, pihaknya berencana mengejar target tersebut pada tahun-tahun awal kepemimpinannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemkot-magelang-gelar-fgd.jpg)