Breaking News:

Gelar Focus Group Discussion, Pemkot Magelang Jaring Masukan dari PKL dan UMKM

Adapun masukan para peserta FGD akan menjadi salah satu pertimbangan dalam perumusan kebijakan kepala daerah ke depan.

Dok. Humas Pemkot Magelang
Melalui Bappeda, Pemkot Magelang gelar focus group discussion (FGD) yang dihadiri oleh UMKM, PKL, dan Koperasi, Senin (22/2/2021). 

Melalui forum ini, Iwan mengaku, pihaknya mendapat banyak saran, masukan, dan keluhan dari para pelaku ekonomi kerakyatan. Adapun salah satu kendala utamanya adalah pemasaran produk mereka yang perlu diperluas.

“Memanfaatkan kemajuan teknologi bisa menjadi salah satu solusinya. Sekarang, banyak pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi, seperti lewat media sosial (medsos), masuk ke marketplace, dan lainnya,” ucapnya, Senin (22/2/2021).

Untuk itu, lanjut dia, perlu ada pemahaman lebih tentang information technology (IT). Hal ini karena teknologi saat ini jadi kebutuhan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang saat ini sudah memiliki aplikasi Magelang Cerdas. Salah satu isi aplikasi tersebut adalah tentang promosi dan pemasaran produk UMKM.

Tak hanya itu, pemerintah kerap pula membuat pelatihan dan pendampingan, termasuk mempertemukan pelaku UMKM dan startup atau pebisnis besar.

“Nah, wali kota terpilih juga memiliki program unggulan, salah satunya membuat aplikasi Magesty (Magelang Smart City). Tujuan program tersebut agar semua layanan terintegrasi di satu aplikasi ini, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” papar Iwan.

Ia menambahkan, wali kota terpilih juga memiliki program Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneur Center).

Program tersebut menargetkan setiap kelurahan memiliki klinik UMKM. Adapun tugasnya untuk pendampingan terkait manajemen, pemasaran, pengemasan, dan lainnya.

“Hal Ini terkait dengan program unggulan lain, yakni menciptakan 1.500 wirausaha baru. Kami punya sekitar 1.034 Rukun Tetangga (RT). Dengan begitu, tiap RT paling tidak punya 1-2 pengusaha baru. Mereka akan dilatih dan didampingi agar bisa berkembang maju,” imbuh Iwan.

Sebelumnya, calon Wali Kota Magelang Muchammad Nur Aziz menjelaskan, Kota Magelang hampir tak memiliki sumber daya alam (SDA).

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesejahteraan warganya, sektor jasa dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diniliai sebagai lahan paling potensial.

Aziz menargetkan, ke depan Kota Magelang bisa menumbuhkan 1.500 UMKM. Ia mengaku, pihaknya berencana mengejar target tersebut pada tahun-tahun awal kepemimpinannya.

Penulis: Dwi Nur Hayati
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved