Breaking News:

Bantul

Pemkab Bantul Dapat Bantuan 5000 Rapid Test Antigen dari Pusat, Akan Didistribusikan ke Puskesmas

Pemerintah Kabupaten Bantul menerima bantuan rapid tes antigen dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 5000 unit.

AP/Cecilia Febiano
Rapid Test 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menerima bantuan rapid tes antigen dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 5000 unit.

Rapid tes antigen tersebut nantinya akan didistribusikan ke puskesmas di Kabupaten Bantul.

Jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso ribuan rapid tes antigen dari Kemenkes RI tersebut saat ini masih disimpan di gudang farmasi. 

"Sudah (menerima bantuan), ada 5.000. Belum didistribusikan, masih kita tunggu edaran juknisnya. Distribusi hanya puskemas,"katanya, Senin (22/02/2021).

Rapid tes antigen tersebut akan digunakan untuk tracing kontak erat kasus positif COVID-19.

Dalam menentukan kontak erat, pihaknya mengacu pada KMK No 446.2021. Dengan adanya bantuan rapid tes antigen dari pemerintah pusat, diharapkan tracing kasus di Kabupaten Bantul semakin baik.

Baca juga: Anggota DPRD Sebut Penguburan Jenazah Covid-19 Seperti Pemakaman Anjing, Ini Respon Pemkab Bantul

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Bantul Prihatin Atas Aksi Viral Anggotanya yang Sebut Proyek Pemakaman Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja menerangkan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro,Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul masif melakukan tracing, testing, dan treatment (3T).

"Pelaksanaan 3T mafis, dan terstruktur. Tracing dan Testing kita lakukan, untuk Treatment kita punya shelter kaluraha.

Hampir 70 persen kalurahan punya shelter, tentu dengan kemampuan masing-masing. Shelter kalurahan nanti bekerjasama dengan puskemas. Kemudian masih ada shelter kabupaten, sehingga terstruktur,"terangnya.

Menurut dia, kemampuan testing Kabupaten Bantul sudah memadahi. Dalam satu minggu, Dinkes Bantul bisa mentracing sekitar 700 hingga 1.000 orang.

"Dari BBTKL kami mendapat jatah 700 per minggu. Kalau kurang kami masih punya mobil PCR, sehari bisa 56. jadi untuk satu minggu bisa mencapai 700 sampai 1.000,"tambahnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved