Mengulik Peralatan Unik Rumah Sakit Tempo Dulu di Museum Mata Dr "YAP"
Pasien dan pengunjung Rumah Sakit Mata Dr "YAP" tak perlu khawatir akan bosan menunggu.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
Berikutnya, ada pula kursi roda asli yang terbuat dari kayu milik Dr Yap Hong Tjoen. Menurut Indri, Dr Yap masih menggunakan kursi roda yang berasal dari sekitar tahun 1930-an itu.
Indri menuturkan, Dr Yap hanya dibantu oleh 3 orang perawat selama menjalankan rumah sakit itu.
Untuk keperluan akomodasi mencari bahan obat, bahan pokok, dan mengirim surat digunakan andong pada masa Dr Yap Hong Tjoen.
Andong itu pun masih tersimpan di depan ruang museum dan sedang dalam proses reparasi.
Sementara, pada masa Dr Yap Kie Tiong digunakan sepeda ontel. Dua sepeda ontel dari masa itu tersimpan apik di dalam museum.
Ada pula alat elektromagnetik berbasis.
"Alat ini untuk mengeluarkan benda-benda asing di mata. Pasien yang datang dari zaman perang, matanya sering terkena benda asing atau logam-logam, semisal pecahan gelas, ledakan senjata.
Dengan alat elektromagnetik yang dialiri listrik nanti benda-benda itu tertarik keluar," papar Indri.
Satu yang tak kalah unik lainnya ialah alat sinotopstor. Alat ini berfungsi untuk melihat tingkat kejulingan seseorang.
"Jadi pasien melihat dua gambar yang digabungkan, ketika orang itu juling ia akan melihat gambar itu satu-satu, tidak tergabung," ungkap Indri.
Retno Dian Saputra selaku staf Museum Dr "YAP" mengatakan, museum ini terbuka pula untuk masyarakat umum.
Namun, selama pandemi, masyarakat harus terlebih dahulu melakukan reservasi kunjungan, yang dapat dilakukan melalui pesan langsung ke Instagram @museumdr.yap.
Para pelajar pun sering melakukan kunjungan ke museum ini. Tidak terkecuali beberapa mahasiswa yang perlu melakukan penelitian.
"Museum ini di bawah Bidang Hukum dan Umum, Yayasan Dr YAP Prawirohusodo.
Selama pandemi yang bisa berkunjung hanya pasien dan pengunjung yang sudah melakukan reservasi.
Kami memfasilitasi pasien dan pengunjung yang menunggu dokter, menunggu antrean, agar bisa mengisi waktu di sini," bebernya. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengulik-peralatan-unikrumah-sakit-tempo-dulu-di-museum-mata-dr-yap.jpg)