Penyakit Diabetes
Cara Mengontrol Kadar Gula Darah Agar Tetap Stabil Bagi Penderita Diabetes
Mengontrol kadar gula dalam darah tetap stabil penting dilakukan untuk terhindar dari penyakit kronis.
Hormon ini dapat mendorong ginjal untuk menahan cairan dan menghentikan tubuh membuang kelebihan gula dalam urine. Vasopresin juga dapat mendorong hati untuk melepaskan lebih banyak gula ke dalam darah.
Sebuah studi terhadap 3.615 orang menemukan bahwa mereka yang minum setidaknya 34 ons (sekitar 1 liter) air sehari memiliki 21 persen lebih kecil kemungkinan untuk mengembangkan gula darah tinggi daripada mereka yang minum 16 ons (473 ml) atau kurang sehari. Sementara, sebuah studi jangka panjang pada 4.742 orang di Swedia menemukan bahwa, selama 12,6 tahun, peningkatan vasopresin dalam darah dikaitkan dengan peningkatan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Untuk mendapatkan cairan, jangan lupa lebih baik pilih air putih daripada jus manis atau soda, karena kandungan gula dari dua minuman ini akan menyebabkan lonjakan gula darah.
8. Masukkan sedikit cuka apel ke dalam makanan
Cuka, terutama cuka apel, ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Melansir Medical News Today, cuka apel telah dikaitkan dengan manfaat penurunan berat badan, pengurangan kolesterol, sifat antibakteri, dan kontrol gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka dapat meningkatkan respons insulin dan mengurangi lonjakan gula darah.
Sementara, sebuah studi menemukan cuka secara signifikan mengurangi gula darah pada peserta yang baru saja mengonsumsi makanan yang mengandung 50 gram karbohidrat. Studi tersebut juga menemukan bahwa semakin kuat cuka, semakin rendah gula darahnya.
Studi lain melihat efek cuka pada gula darah setelah partisipan mengonsumsi karbohidrat. Ditemukan bahwa cuka dapat meningkatkan sensitivitas insulin antara 19 persen dan 34 persen. Penambahan cuka juga bisa menurunkan indeks glikemik suatu makanan, yang dapat membantu menurunkan lonjakan gula darah. Sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa menambahkan makanan acar ke nasi, dapat menurunkan indeks glikemik makanan tersebut secara signifikan.
Baca juga: Begini Cara Menyembuhkan Luka yang Dialami Penderita Diabetes Agar Cepat Sembuh
9. Dapatkan makanan tinggi kromium dan magnesium
Studi menunjukkan bahwa kromium dan magnesium bisa efektif dalam mengendalikan lonjakan gula darah. Kromium merupakan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Mineral ini diperkirakan dapat meningkatkan aksi insulin. Ini bisa membantu mengontrol gula darah tetap stabil dengan mendorong sel untuk menyerap gula dari darah.
Dalam sebuah penelitian kecil, 13 pria sehat diberi 75 gram roti putih dengan atau tanpa tambahan kromium. Penambahan kromium menghasilkan sekitar 20 persen penurunan gula darah setelah makan.
Sumber makanan yang kaya kromium, termasuk:
-Brokoli
-Kuning telur
-Kerang
-Tomat
-Kacang Brazil
Sedangkan, magnesium adalah mineral lain yang telah dikaitkan dengan kontrol gula darah. Dalam satu penelitian terhadap 48 orang, separuh diberi suplemen magnesium 600 mg bersama dengan saran gaya hidup, sementara separuh lainnya hanya diberi saran gaya hidup. Sensitivitas insulin meningkat pada kelompok yang diberi suplemen magnesium.
Studi lain menyelidiki efek gabungan dari suplementasi dengan kromium dan magnesium pada gula darah. Peneliti menemukan bahwa kombinasi dari keduanya meningkatkan sensitivitas insulin lebih dari satu suplemen saja. Sementara, sumber makanan yang kaya magnesium, termasuk: Bayam Almond Alpukat Kacang mete Kacang tanah
10. Hindari stres dan cukup tidur
Jika benar-benar ingin mengontrol gual darah tetap stabil, seseorang juga harus mempertimbangkan faktor gaya hidup yang dapat memengaruhi kadar glukosa dalam tubuh ini. Apa saja?
Stres
Stres dapat berdampak negatif pada kesehatan dalam beberapa cara, seperti menyebabkan sakit kepala, tekanan darah meningkat, dan kecemasan. Stres juga telah terbukti dapat memengaruhi gula darah.
Saat tingkat stres meningkat, tubuh melepaskan hormon tertentu. Efeknya adalah melepaskan energi yang tersimpan dalam bentuk gula ke aliran darah untuk respons melawan-atau-lari . Sebuah studi terhadap 241 pekerja Italia menemukan peningkatan stres terkait pekerjaan secara langsung terkait dengan peningkatan kadar gula darah.
Mengatasi stres secara aktif juga bermanfaat bagi gula darah. Dalam sebuah penelitian terhadap siswa keperawatan, latihan yoga ditemukan dapat mengurangi stres dan lonjakan gula darah setelah makan.
Kurang tidur maupun kelebihan tidur
Baik terlalu sedikit dan terlalu banyak tidur telah dikaitkan dengan kontrol gula darah yang buruk. Bahkan mengalami satu atau dua malam yang buruk dapat memengaruhi kadar gula darah seseorang.
Sebuah penelitian terhadap sembilan orang sehat menunjukkan bahwa tidur terlalu sedikit, atau hanya selama 4 jam, meningkatkan resistensi insulin dan kadar gula darah.
Dengan tidur, kualitas sama pentingnya dengan kuantitas. Sebuah studi menemukan tingkat tidur terdalam (NREM) menjadi yang paling penting dalam hal mengendalikan gula darah.
Minuman beralkohol
Minuman beralkohol sering kali mengandung banyak gula tambahan. Gula dalam minuman beralkohol akan menyebabkan lonjakan gula darah dengan cara yang sama seperti gula tambahan dalam makanan.
Kebanyakan minuman beralkohol juga memiliki sedikit atau bahkan tidak ada nilai gizi sama sekali. Selain itu, seiring waktu, minum alkohol dalam jumlah banyak dapat menurunkan efektivitas insulin, yang menyebabkan gula darah tinggi dan akhirnya dapat menyebabkan diabetes tipe 2. Jadi, akan lebih baik siapa saja mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol sebagai cara mengontrol gula darah tetap stabil.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Cara Mengontrol Gula Darah Tetap Stabil yang Baik Dilakukan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengecek-kadar-gula-darah-diabetes.jpg)