Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi : Hingga Siang Tadi, Tercatat Ada 18 Kali Guguran Lava Pijar

Gunung Merapi teramati mengeluarkan 18 kali guguran lava sepanjang periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB pada Minggu (21/2/2021).

TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumargo
ARAH BARU - Aktivitas Gunung Merapi mencatatkan perkembangan baru setelah luncuran guguran material lava pijar mengarah ke hulu Kali Sat yang masuk wilayah Kecamatan Srumbung, Magelang, Jateng, Sabtu (20/2/20021) malam. Material itu runtuh dari bagian atas sebelah kiri kubah lava 2021 yang volumenya terus membesar hingga Minggu (21/2/2021). Data laporan harian Minggu (21/2/2021) periode pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, terjadi 38 kali gempa guguran. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati mengeluarkan 18 kali guguran lava sepanjang periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB pada Minggu (21/2/2021).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan, jarak maksimum luncuran material vulkanik mencapai 1 km dan mengarah ke barat daya.

"Pengamatan visual lain gunung tampak jelas hingga diselimuti kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III," tandas Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida.

Pantauan lain menunjukkan adanya asap kawah dari puncak gunung setinggi 2968 mdpl tersebut.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan 11 Kali Guguran Lava Pijar, Pertama Kalinya Meluncur ke Arah Hulu Kali Sat

"Asap teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah," paparnya.

Dengan rentetan kejadian tersebut, maka hingga pukul 18.00 WIB Gunung Merapi tercatat telah mengeluarkan 29 kali guguran lava pijar.

Menimbang perkembangan aktvitias seismik gunung merapi, saat ini statusnya tetap berada di level tiga atau siaga.

Hanik tak lupa mengingatkan potensi bahaya Merapi saat ini.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi : Kubah Lava di Tengah Kawah Lebih Besar dan Mengarah ke Barat

Yakni berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved