Kabupaten Bantul
Petani Bawang Merah di Bantul Berhasil Panen di Luar Musim
Dengan keberhasilan tersebut, pemerintah akan memperluas luas tanam sehingga produktivitas bawang merah di Bantul semakin baik.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Petani bawang merah di Bantul panen meskipun di luar musimnya.
Ada 9 kelompok petani bawang merah yang berhasil menikmati panenan.
Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul, Imawan Ekohandrianto mengatakan musim panen bawang merah adalah April hingga Agustus.
Namun ada beberapa kelompok yang menanam bawang merah pada Desember, Januari, Februari.
"Untuk bawang varietas tajuk, kita bisa panen walaupun mungkin produktivitasnya tidak sebesar waktu musimnya. Musimnya kan April, Mei, Juni, Juli, sampai Agustus,"katanya, Minggu (21/02/2021).
Baca juga: Komoditas Bawang Merah Mulai Dikembangkan di Lahan Pantai Kulon Progo
Luas tanam lahan bawang merah off season Bantul pada Desember 2020 adalah 69 hektar, sedangkan pada Januari 2021 seluas 73 hektar sehingga luas panenan sekitar 150 hektar.
Untuk jumlah panenan, ia menyebut setiap kelompok berbeda-beda.
Namun panenan cukup besar, sekitar 9 hingga 15 ton.
"Kalau dibanding tahun kemarin relatif lebih baik. Ada beberapa faktor, secara budidayanya benih kita yang bagus. Kemudian pemukulan sesuai anjuran, pengendalian opt (organisme pengganggu tanaman) juga dilakukan," terangnya.
"Sistem pengairan cukup bagus, sehingga tidak terendam air. Pembuangan airnya juga lancar,"sambungannya.
Baca juga: Dua Bawang Asal Gunungkidul Dapat Pengakuan Resmi Kementan RI
Banyak varietas bawang yang dibudidayakan di Kabupaten Bantul, seperti Bima Brebes, Tajuk, Thailand, Filipina, dan Nawungan.
Dengan keberhasilan tersebut, pihaknya akan memperluas luas tanam sehingga produktivitas bawang merah di Bantul semakin baik.
Terkait harga jual bawang tersebut, pihaknya menyebut penjual sudah memperoleh keuntungan.
Sebab harga mencapai Rp15.000 bahkan Rp20.000.
"Kalau harga bagus, harapannya naik. Penjual sudah untung, karena BEP sekitar Rp9rb. Sehingga bisa membantu petani selama pandemi COVID-19 ini,"tambahnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)