Deretan Kuliner Tradisional Khas Yogyakarta yang Kini Nyaris Punah
Tak hanya gudeg atau oseng-oseng mercon, DI Yogyakarta juga menyimpan beragam kuliner lainnya dan beberapa sudah mulai nyaris punah.
Editor:
Muhammad Fatoni
Tempe dimasak santan dengan api kecil hingga tempe lunak dan beraroma bumbu yang kuat.
Biasanya besengek tempe benguk dimakan dengan geblek.
Geblek adalah makanan yang berbahan ketela atau tapioka yang tawar dan digoreng lebih dahulu sebelum disajikan.
Besengek tempe benguk banyak dibuat oleh masyarakat dari Dusun Nganggrung, Kabupaten Kulon Progo.
Seperti diatur, biasanya hanya ada satu penjual besengek tempe benguk di pasar-pasar tradisional di Yogyakarta.
Pada umumnya, merek berjualan 2 hari sekali karena perendaman tempe benguk dilakukan selama dua hari. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Kuliner Yogyakarta yang Hampir Punah, Kethak Blondo hingga Besengek Tempe Benguk"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tempe-besengek.jpg)