Breaking News:

Deretan Kuliner Tradisional Khas Yogyakarta yang Kini Nyaris Punah

Tak hanya gudeg atau oseng-oseng mercon, DI Yogyakarta juga menyimpan beragam kuliner lainnya dan beberapa sudah mulai nyaris punah.

dok.istimewa
Tempe besengek, kuliner tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki daya tarik tersendiri, termasuk pesona kulinernya.

Tak hanya gudeg atau oseng-oseng mercon, DI Yogyakarta juga menyimpan beragam kuliner lainnya dan beberapa sudah mulai nyaris punah.

Sebut saja kethak blondo yang terbuat dari ampas pengolahan minyak kelapa yang dilakukan dengan proses pemanasan santan.

Ada juga besengek tempe benguk dengan bahan utama tempe yang dimasak bersama santan dengan api kecil sehingga tempe lunak dan beraroma bumbu.

Berikut 4  kuliner Yogyakarta yang hampir punah menurut buku 'Kuliner Yogyakarta Pantas Dikenang Sepanjang Masa' yang ditulis Murdijati Gardjito DKK:

1. Apem di Pasar Ngasem

Ilustrasi apem selong (Jawa).
Ilustrasi apem selong (Jawa). (SHUTTERSTOCK/FOTONE AGUS)

Salah satu pusat penjualan apem di Yogyakarta adalah di Pasar Ngasem salah satu pasar kuno yang ada sejak tahun 1925.

Yang unik, hingga saat ini di Pasar Ngasem masih ada penjual apem kue tradisional yang selalu ada di berbagai ritual masyarakat Yogyakarta.

Apem Pasar Ngasem digemari sebagai kudapan sehari-hari.

Tak heran jika apem di Pasar Ngasem selalu terjual habis.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved