Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi : Pagi Ini Teramati 9 Kali Guguran Lava Jarak Luncur Maksimum 1 Km

Guguran terjadi sebanyak 9 kali pada periode pukul 00.00-06.00 WIB dengan jarak luncur maksimum 1.000 m ke arah barat daya. 

twitter BPPTKG
Visual Gunung Merapi yang terpantau melalui PGM Jrakah, Jumat (19/2/2021) pukul 18.00 WIB. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) pagi ini (Sabtu, 20/2/2021) teramati kembali mengeluarkan guguran lava.

Guguran terjadi sebanyak 9 kali pada periode pukul 00.00-06.00 WIB dengan jarak luncur maksimum 1.000 m ke arah barat daya. 

"Gunung kabut 0-I. Asap kawah tidak teramati. Teramati 9 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 1.000 m ke arah barat daya," kata petugas pengamat Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Rachmad Widyo Laksono, Sabtu (20/2/2021). 

Baca juga: BPPTKG: Berhasil Teramati, Dua Kubah Lava Gunung Merapi Terus Tumbuh

Ia melanjutkan, pada periode tersebut cuaca di Gunung Merapi berawan.

Angin bertiup lemah ke arah timur laut.

Suhu udara 17-19 °C, kelembaban udara 73-88 persen, dan tekanan udara 917-934 mmHg.

Adapun aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode tersebut di antaranya 30 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-20 mm dan durasi 16-116 detik; 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-18 mm dan durasi 17-22 detik; serta 2 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-4 mm, S-P 0.6-0.7 detik, dan durasi 8-10 detik. 

Sementara itu, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menyatakan, Gunung Merapi saat ini masih berstatus siaga (level III).

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi : Asap Sulfatara Keluar Berintensitas Tebal dengan Tinggi 400 M Pagi Ini

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Hanik menyampaikan, daerah di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari.

"Diharapkan dapat berlangsung seterusnya. Namun, jika terjadi perkembangan erupsi yang mengarah ke daerah tersebut setidaknya masyarakat sudah memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Hal ini sesuai dengan konsep living harmony dengan Merapi," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved