Kabupaten Kulon Progo

Dinas PMD Dalduk KB Kulon Progo Belum Dapat Simpulkan Lonjakan Kelahiran Bayi Selama Pandemi

PMD Dalduk KB juga belum bisa menyimpulkan apakah akan ada potensi kelahiran baru yang lebih besar dalam masa pandemi COVID-19 ini.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD Dalduk KB) Kabupaten Kulon Progo belum bisa menyimpulkan terkait lonjakan angka kelahiran bayi selama pandemi COVID-19. 

Berdasarkan Data dari Dinas PMD Dalduk KB Kabupaten Kulon Progo, jumlah peserta KB selama 2020 mencapai 5.168. Sedangkan pada 2019 mencapai 5.140.

Jumlah peserta KB pada 2020 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya karena pada Mei 2020 terdapat program pelayanan sejuta akseptor dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI. 

Dengan demikian setiap penyuluh KB lebih mempergiat layanan tersebut. 

Baca juga: 4.292 RT di Kabupaten Kulon Progo Masuk Zona Hijau 

"Sehingga di masa pandemi COVID-19, jumlah peserta KB di Kulon Progo tidak mengalami penurunan," kata Sudarmanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD Dalduk KB) Kabupaten Kulon Progo, Rabu (3/2/2021). 

Sedangkan, ia menyampaikan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) pada 2019 mencapai 60.601 dan pada 2020 mencapai 59.895

"Jumlah itu menurun dikarenakan ada yang sudah memasuki menopause," terangnya. 

Lebih lanjut, Sudarmanto mengatakan Unmet Need atau kebutuhan KB yang belum terlayani pada 2020 tercatat 8,23 persen dibandingkan 2019 sebanyak 9,42 persen. 

Presentase Unmet Need juga mengalami penurunan.

Artinya peluang seseorang tidak terlayani KB semakin kecil. 

Baca juga: Solusi Kegiatan Belajar di Masa Pandemi, SD Muhammadiyah Penggung Kulon Progo Gunakan Radio

Dengan demikian pihaknya juga belum bisa menyimpulkan apakah akan ada potensi kelahiran baru yang lebih besar dalam masa pandemi COVID-19 ini.

Sebab data baru akan terkonfirmasi pada akhir 2021.

"Sehingga kecurigaan kehamilan di masa pandemi belum bisa dipastikan data faktualnya dari angka kelahiran bayi karena 2021 belum ada data kelahiran karena masih di awal tahun," ucapnya. 

Memang Sudarmanto mengakui dalam masa pandemi COVID-19 dengan serba keterbatasan komunikasi dan edukasi masyarakat agar tidak putus KB menjadi sebuah tantangan. 

Dikarenakan membangun komunikasi dalam kondisi saat ini tidak semudah ketika kondisi normal. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved