Breaking News:

Berita Kesehatan

Seperti Apa Efek COVID-19 Terhadap Penderita Diabetes? Ini Penjelasannya

sistem kekebalan memainkan peran besar pada mereka yang menderita diabetes yang mengalami gejala virus corona parah.

Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Penderita diabetes lebih rentan terinfeksi Virus Corona (Covid-19). Ini terjadi lantaran berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh atau imunitas yang menurun. Daya tahan tubuh ini menurun akibat dari tingginya kadar gula dalam darah.

Yang patut diperhatikan bahwa efek infeksi Virus Corona juga bisa lebih parah kepada mereka penderita diabetes dan kelainan jantung.

5 Kelemahan Virus Corona Berdasarkan Hasil Penelitian para Ilmuwan

Hal ini diungkap Dr Amir Khan, pengisi program TV Channel 5 populer 'Behind The Close Doors'.

Kepada Business Insider, Dr Amir Khan, yang memiliki spesialisasi di bidang diabetes tipe 1 dan tipe 2, mengatakan sistem kekebalan memainkan peran besar pada mereka yang menderita diabetes yang mengalami gejala virus corona parah.

Dokter yang berbasis di Bradford itu mengatakan bahwa kadar gula dalam darah yang tinggi dalam jangka waktu lama, dapat menekan sistem kekebalan tubuh.

Cara Kerja Sistem Kekebalan Tubuh Manusia dalam Melumpuhkan Serangan Dari Luar

Sehingga tubuh tidak merespons virus dengan cepat ketika masuk ke dalam tubuh.

Dengan begitu, virus memiliki lebih banyak waktu untuk mereplikasi dirinya, hingga turun ke paru-paru.

Hal ini menyebabkan masalah yang berhubungan dengan pernapasan yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Oleh sebab itu, ia meminta agar para penderita diabetes sebaiknya tetap tinggal di rumah dan fokus pada upaya untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

"Meskipun sebagian besar akan menderita gejala ringan hingga sedang, ada sebagian kecil yang akan menderita gejala parah, dan itu lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak menderita diabetes," katanya.

Dia juga membahas bagaimana orang yang memiliki kondisi jantung juga dapat mengalami gejala COVID-19 yang parah.

Data yang dirilis dari China, tempat virus itu berasal, menunjukkan bahwa dari 44.672 kasus pertama yang didiagnosis, ternyata menunjukan tingkat kematian tertinggi terhadap orang yang memiliki penyakit kardiovaskular, yakni 10,5 persen.

Kondisi jantung lainnya termasuk serangan jantung atau stroke sebelumnya.

"Ketika virus corona masuk ke dalam tubuh, ia akan turun ke paru-paru, dan bisa menghentikan kinerja paru-paru untuk mengalirkan oksigen ke dalam darah. Dengan demikian, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh yang memiliki sedikit oksigen di dalamnya. Jika Anda memiliki masalah jantung, maka hal ini akan semakin memperburuk kondisi Anda," paparnya. (*/diabetes.co.uk)

Penulis: Mona Kriesdinar
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved