Breaking News:

Satpol PP Kota Yogyakarta: Masih Banyak Pelaku Usaha Langgar Jam Malam Selama PPKM Mikro

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarno berujar, berdasar data yang didapat dari hasil pantauan langsung di lapangan, hingga Sabtu

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarno 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembatasan jam malam terhadap pelaku usaha di Kota Yogyakarta selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro dianggap sudah berjalan baik.

Walau begitu, pemerintah setempat masih menjumpai sejumlah pelanggaran setiap harinya.

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarno berujar, berdasar data yang didapat dari hasil pantauan langsung di lapangan, hingga Sabtu (13/2/2021) silam, terdapat 19 pelaku usaha yang tetap nekat membuka lapak dagangannya, sampai melebihi batas aturan PPKM, pukul 21.00.

Baca juga: Jadwal Pendaftaran CPNS 2021 April, Unggah Berkas Tetap Pakai Sistem Online SSCN

Merujuk data itu, pelanggarnya pun berasal dari berbagai kalangan.

Mulai dari pedagang kaki lima, restoran dan cafe, warung burjo, game center, serta mini market berjejaring.

Tapi, sejauh ini, ia belum pernah menjatuhkan sanksi berupa denda uang tunai, atau pencabutan izin usahanya.

"Dorongan dari Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, tak usah pakai ditutup-tutup segala. Tapi, bagaimana caranya agar dibina dan mengena. Daripada penutupan, mending dilakukan pembinaan ya," ujarnya, Senin (15/2/2021).

Meski tetap mengedepankan upaya persuasif, ia berharap, agar pelaku usaha dapat menyesuaikan dengan aturan yang berlaku selama PPKM ini. Pasalnya, apa yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat tersebut, adalah demi kebaikan bersama, untuk memutus rantai pandemi corona.

"Tidak usah lah harus nunggu kita datang dulu baru ditutup, kami minta kesadarannya. Tapi, tren memang sudah makin baik, sudah banyak yang sadar, walaupun masih banyak ya, yang kita datang baru ditutup," cetus Kasatpol PP.

Ia pun meyakini, pelonggaran aturan pada PPKM jilid tiga, seperti kapasitas tempat makan menjadi 50 persen, lalu jam buka sampai pukul 21.00, cukup memberikan keleluasaan terhadap para pelaku usaha.

Pasalnya, dibanding PPKM pertama dan kedua, sekarang jauh lebih longgar.

"Memang, sebenarnya di Yogyakarta idealnya sampai jam 22.00, atau 23.00 baru tutup. Karena, jujur saja, kita berbeda dengan daerah lain, yang tidak ada pandemi saja jam 21.00 sudah tutup. Namun, sekali lagi, kebijakan PPKM ini kan untuk kebaikan kita bersama ya," ungkap Agus.

Baca juga: Info Cuaca BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat Disertai Angin di Sejumlah Wilayah Selasa Besok

Lebih lanjut, ia juga memaparkan, selama long weekend Imlek dari 12-14 Februari silam, Satpol PP melakukan pemeriksaan secara acak surat keterangan sehat, berupa hasil swab antigen, atau PCR negatif terhadap wisatawan luar daerah, yang berkunjung ke destinasi wisata.

"Hasilnya, kita temukan 17 wisatawan yang tidak membawa surat sehat. Itu di Malioboro ada lima, Tamansari lima, lalu Gembiraloka tujuh. Mereka dari berbagai daerah ya, kita langsung dorong agar keluar dari lokasi tersebut, serta  kembali ke daerah asalnya," pungkas Agus. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved