Buah Bibir
Buah Bibir: Helda Herzusinta Ingin Jadi Wartawan
Berawal dari permintaan guru untuk menulis di majalah dinding (mading), Helda Herzusinta (22) ketagihan untuk terus menulis.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berawal dari permintaan guru untuk menulis di majalah dinding (mading), Helda Herzusinta (22) ketagihan untuk terus menulis.
Saat itu, dirinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ketika sang guru melihat bakat menulisnya.
Lama kelamaan, hampir setiap minggu, ia bisa mengisi mading yang memang dipajang di aula sekolah.
“Sejujurnya, aku itu ingin jadi jurnalis sejak SD kelas lima. Waktu itu, guruku meminta aku menulis saja dan ditempel di mading sekolah. Akhirnya aku rutin deh mengisi mading,” kata Helda.
Kepiawaiannya menulis tidak berhenti di situ. Acapkali, Helda sering menjadi percontohan di kelas ketika ia mampu mengisahkan cerita rakyat dengan gaya dia sendiri.
Baca juga: BMKG Prediksikan Sejumlah Wilayah di DI Yogyakarta Hujan Lebat Hari Ini, Berikut RInciannya
Tulisannya membuat ia sering disuruh maju ke depan kelas guna menceritakan apa yang sudah ia tulis kembali dari kisah rakyat yang pernah ada.
Memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Helda semakin mendapat wadah yang maksimal untuk menyalurkan kecintaannya menulis.
Ia diminta untuk bertanggung jawab membuat mading di dua tempat di SMP-nya.
“Selama satu hingga dua bulan sekali, aku diminta untuk merombak mading. Waktu itu sudah sama grup,” katanya lagi. Perempuan kelahiran 1999 itu juga sempat terpilih jadi ketua mading di SMP.
Di kala tersebut, Helda yang sudah duduk di bangku kelas 8 mulai memimpin pengisian rubrik di mading bersama dengan para adik kelas.
Helda mengingat, saat menjadi ketua mading itu, ia sering berkonsultasi dengan guru pengampu.
Komunikasi dua arah antara guru dan murid ini memberikan pengalaman tersendiri untuknya.
Sebab, perempuan kelahiran April 1999 itu merasa mendapat banyak pengetahuan, khususnya tentang rubrikasi, penentuan ide, headline dan topik apa yang sebaiknya dibahas.
Bisa dibilang, ia sudah mencari jati diri dengan mengikuti semua ekstrakurikuler. Dari percobaannya semasa sekolah, Helda kemudian memahami bahwa dirinya memang suka menulis.
Sementara, beberapa ekstrakurikuler yang pernah dia ikuti, seperti matematika dan sains tidak ia lanjutkan.
“Aku bisa matematika, bisa IPA, tapi ya bisa saja, enggak begitu suka. Sukanya menulis. Kalau menulis, aku yakin saja bisa gitu,” ujar Helda lagi.
Kegiatan menulisnya itu masih dilanjutkan Helda saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan, dirinya sering membolos dengan alasan melakukan liputan.
Di SMA, Helda tergabung dalam redaksi majalah sekolah yang membuatnya harus terus mengeluarkan ide segar per bulan.
Bersama tim, ia juga sering ke tempat-tempat baru guna menyajikan tulisan unik untuk siswa pembaca.
Baca juga: Pemuda Yogyakarta Ciptakan Motor Mini Unik Bergaya Klasik dari Bahan Bekas
Tidak heran, kini Helda juga menempuh studi di Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
“Semakin ke sini, aku jadi paham kalau aku bisa menulis, fiksi non fiksi, berita, feature, tapi kalau skripsi dan segala hal yang ilmiah, susah juga,” kata Helda tertawa sembari mengingat skripsinya yang belum selesai.
Tinggal selangkah lagi, Helda akan menyelesaikan studinya di UNY. Keinginannya menjadi jurnalis masih kuat dan bertekad untuk menemukan perusahaan media yang baik.
“Kerja di media? Aku mau, sudah jadi kayak cita-cita juga ya karena suka menulis. Mau banget kerja di media dan jadi wartawan lapangan,” tandasnya menutup percakapan dengan Tribun Jogja. (ard)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/helda-herzusinta.jpg)