Premier League

Analisis Pakar Premier League Jurus Jose Mourinho Dua Kali Kalahkan Man City

Gaya serangan balik Tottenham Hotspur membuat mereka menang 2-0 berturut-turut melawan Manchester City.

Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
premierleague
Gaya serangan balik Tottenham Hotspur membuat mereka menang 2-0 berturut-turut melawan Manchester City. Akankah Jose Mourinho memilih pendekatan serupa di Stadion Etihad, Minggu (13/2/2021). 

* Prediksi Formasi Pemain Man City vs Spurs

* Perubahan Gaya Permainan Pep Guardiola Tanpa Striker

Tribunjogja.com Inggris -- Gaya serangan balik Tottenham Hotspur membuat mereka menang 2-0 berturut-turut melawan Manchester City.

Akankah Jose Mourinho memilih pendekatan serupa di Stadion Etihad, Minggu (13/2/2021).

Berikut analisis  pertandingan Adrian Clarke jelang laga Man City vs Tottenham dirangkum Tribunjogja.com dari Premier League :

Kunci keberhasilan taktik pertandingan yang diterapkan Mourinho pada dua pertandingan sebelumnya adalah bergantung pada pemain depan yang memanfatkan peluang secara efisien.

Sebab pada kedua kemenangan sebelumnya melawan Man City, Spurs tidak menerapkan tekanan signifikan di sepertiga akhir.

Sebaliknya, mereka bertahan secara kolektif dan memanfaatkan jika ada penurunan konsentrasi Man City .

Umpan kepada Son Heung-min yang memiliki keceparan membuat pertahanan City terkejut saat terakhir kali mereka bertemu.

Jose Mourinho and Son Heung-min
Jose Mourinho and Son Heung-min (premierleague)

Mereka juga mencetak gol dari umpan terobosan panjang yang membuat bek tengah Pep Guardiola terbuka.

Dalam pertemuan setahun lalu, kemenangan datang dari Steven Bergwijn yang melepaskan tendangan voli luar biasa dari bola mati dan Son memanfaatkan kesalahan Nicolas Otamendi untuk mencetak gol.

Catatan baru-baru ini jelas menunjukan bahwa penguasaan bola tidak menarik minat Mourinho dalam pertandingan.

Spurs hanya menguasai sepertiga penguasaan bola dalam dua pertemuan terakhir, memungkinkan City untuk menjepit mereka di dalam area mereka sendiri untuk periode yang berkelanjutan.

Pada September, Leicester City menghukum tim Guardiola dengan cara yang hampir identik.

Hari itu, Leicester hanya memiliki 28,3 persen penguasaan bola, dengan 21 persen passing.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved