Breaking News:

Kesehatan

Pasien Isolasi Mandiri COVID-19 Diharuskan Memiliki Oximeter, Ini Penjelasan Dokter

Alat ini penting untuk dimiliki karena kondisi kurangnya oksigen dalam tubuh umumnya tidak menimbulkan gejala. 

TRIBUNJOGJA.COM / Gaya Lufityanti
Ilustrasi Oximeter 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dengan kasus COVID-19 yang masih tinggi, banyak orang terkonfirmasi positif covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri. 

Dokter Rumah Sakit (RS) Jogja atau RSUD Kota Yogyakarta, dr Sri Aminah, SpA, MPH mengungkapkan, pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri diharuskan memiliki alat oximeter. 

Oximeter (pulse oximeter) adalah alat pengukur kadar oksigen dalam darah.

Alat ini penting untuk dimiliki karena kondisi kurangnya oksigen dalam tubuh umumnya tidak menimbulkan gejala. 

Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di DI Yogyakarta Bertambah 278 Kasus, 8 Pasien Dilaporkan Meninggal

Padahal, kondisi tersebut sangat berbahaya dan mengancam nyawa bila tidak segera ditangani. 

"Ini suatu alat yang sederhana, tetapi ini sangat penting pada kasus COVID-19 untuk kasus kegawatan," ujar Sri, Jumat (12/2/2021). 

Ia menerangkan, jika saturasi seseorang di bawah 95, maka harus segera mengontak tenaga kesehatan, baik dokter Puskesmas atau perawat Puskesmas. 

"Karena ini membutuhkan perawatan lagi, tidak bisa di tempat isolasi mandiri. Jadi ini bukan sekadar partner-nya termometer, tetapi ini tingkatnya lebih tinggi dari termometer. Kalau termometer panasnya di atas 37,5 derajat, maka masih bisa di tempat isolasi mandiri. Namun, kalau ini di bawah 95 maka oksigen harus siap sambil dirujuk pasiennya," papar Sri. ( Tribunjogja.com

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved