Breaking News:

Tingkatkan Efektivitas PJJ, Disdikpora DIY Jalankan Pelatihan Pembelajaran Daring Bagi Guru

Sehubungan dengan pandemi yang belum mereda, pemerintah daerah (Pemda) DIY masih menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ)

TRIBUNJOGJA/ Maruti Asmaul Husna
Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Sehubungan dengan pandemi yang belum mereda, pemerintah daerah (Pemda) DIY masih menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang notabene menggunakan metode daring.

Nyaris setahun lamanya PJJ diterapkan, masih terjadi kendala dan keluhan dari siswa maupun orang tua terkait PJJ yang kurang efektif, jika dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka.

Terlebih, di masa pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PSTKM) saat ini, seluruh kegiatan belajar mengajar di DIY diwajibkan dilaksanakan secara daring.

Hari Ini Mulai 19.00 WIB, Pos Penjagaan di Perbatasan DI Yogyakarta Mulai Beroperasi

“Semester dua ini kami masih menjalankan PJJ karena ada kebijakan PSTKM,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya kepada Tribun Jogja, Kamis (11/2/2021).

Sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas PJJ, Didik mengungkapkan, pihaknya masih terus menjalankan pelatihan bagi para guru. Meskipun, ia sadar betul hasilnya tetap berbeda dibandingkan jika pembelajaran dilakukan dengan tatap muka.

“Kami sudah lakukan pelatihan-pelatihan terhadap guru, walaupun kami sadar betul hasilnya beda kalau dengan kalau kita melakukan tatap muka. Tentunya kami terus melakukan perbaikan termasuk kendala pulsa, pemerintah masih terus memberikan pulsa terhadap siswa,” tandasnya.

Pemkab Magelang Larang ASN Bepergian ke Luar Kota di Masa Libur Imlek

“Kemudian, kami di pemerintah daerah juga menguatkan beberapa titik yang masih blankspot itu dengan pemasangan jaringan fiber optic. Harapannya pemahaman guru terhadap pembelajaran jarak jauh juga semakin baik, proses belajar mengajar bisa semakin teradaptasi kepada siswa dan guru,” sambungnya.

Lebih lanjut, jelas Didik, pelatihan guru yang diberikan mencakup tentang penyampaian teknis pembelajaran daring, pengembangan konten-konten yang bisa diberikan kepada siswa, termasuk membuat konten yang menarik dalam proses belajar mengajar, juga bagaimana mengembangkan pembelajaran dengan metode campuran atau blended learning. (uti)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved