Breaking News:

BPCB Jateng Setop Proses Ekskavasi Batuan Candi di Situs Kolokendang Kabupaten Magelang

Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (BPCB Jateng) menyetop proses ekskavasi batuan candi yang berada di situs Kolokendang

TRIBUNJOGJA/ Yosef Leon Pinsker
Suasana lokasi proses ekskavasi di situs Kolokendang, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Magelang, Rabu (10/2/2021). BPCB Jateng memutuskan untuk menyetop proses ekskavasi setelah tidak ditemukan komponen batuan candi lain di lokasi itu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah (BPCB Jateng) menyetop proses ekskavasi batuan candi yang berada di situs Kolokendang Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Tim menghentikan proses ekskavasi karena tidak menemukan komponen batuan lain di sekitar lokasi penggalian.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jateng, Junawan menjelaskan proses ekskavasi tersebut telah berlangsung sejak tanggal 6 Februari lalu dan dihentikan pada 10 Februari ini.

Selama proses ekskavasi lanjutan, tim hanya menemukan beberapa bebatuan komponen candi yang tidak utuh dan diduga dengan sengaja dibawa ke lokasi itu untuk dipindahkan.  

Puluhan Rumah dan Ratusan Hektare Sawah Terendam Banjir Akibat Hujan Deras di Kulon Progo

"Kami hanya menemukan bebatuan komponen candi, namun sebenarnya bukan pasangannya. Jadi ada indikasi kuat pemanfaatan batu candi untuk fungsi yang baru," jelas dia, Rabu (10/2/2021).

Junawan menyatakan, hal itu juga dibuktikan pula dengan temuan komponen batuan yang diperoleh di lokasi.

Batuan itu disebut dia merupakan komponen candi pada bagian atas, sehingga pihaknya menyimpulkan bahwa komponen candi itu sengaja dimanfaatkan dari lokasi lain untuk difungsikan di lokasi baru.

Petugas juga belum bisa memastikan secara akurat komponen candi yang ditemukan berasal dari abad ke berapa.

Sebab, komponen candi yang ditemukan hanya sebagian dan sudah difungsikan sebagai pemanfaatan baru.

"Kalau komponen batunya menunjukkan abad 9 ya, tapi kalau dimanfaatkan ke sini itu yang masih akan kami selidiki dan dalam pengolahan datanya nanti bisa diketahui bangunannya dari masa apa," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved